Prolog

124 4 3
                                        

NORMAL
“jika hidupku masih berantakan, itu Normal”
-senin, 18 maret 2018-

Pagi itu begitu dingin, aku terbangun dari tempat tidurku yang berantakan dengan buku yang berserakan dimana-mana. Ibuku sudah meninggal, aku hidup dengan seorang ayah yang juga menjadi ibuku saat ini.
“Randii, bangunnn!” teriakan ayahku dari balik pintu kamarku.
Aku belum terbangun dan masih mengantuk,
“Randiiiii” ayah sambil membukakan pintu kamarku lalu berteriak sekeras-kerasnya. Dan aku selalu terkejut ketika ayah sudah mulai marah. Ayahku memang keras tapi dari situlah aku bisa melihat kasih sayang dia.
Aku bergegas mandi dan menemui ayah dan adikku yang sudah ada di ruang makan dengan si bibi yang sedang masak.
Lekas aku pergi ke sekolah seperti biasanya.

“Pada dasarnya semua orang itu Abnormal, selebihnya itu
Pintar menyembunyikannya”
-senin, 19 Maret 2018-

Suasana kelasku, aku gambarkan semuanya berantakan. Ruangan? Manusia? Hah berantakan
Akupun! Aku pandai berbohong, minum-minum dan absurd hahaha
Orang-orang yang berada di kelas? Hmmm sama sepertiku, lelaki? Perempuan? Tak ada bedanya.
Duniaku Abnormal, tapi aku pintar menyembunyikannya.

KUPU-KUPU MALAMStories to obsess over. Discover now