29/11/17
[line] dering notifikasi pesanku berbunyi untuk menyambut sang pagi hari
*mbb,semalem aku ketiduran abis kamu balesnya lama* tampilan di bar notifikasiku yang membuat aku tersenyum membisu
*iya deh maaf yaa masnyaaa* balasku sambil tersenyum sendiri
*dimaafin wkwk,sampe ketemu dikelas* balasnya dengan cepat
[adriani]
Namaku Adriani, aku murid disalahsatu sekolah kejuruan di Bandung. Usiaku 15 tahun. Aku putri tunggal kesayangan ayahku. Rambutku hitam lebat , panjang, dan tidak terlalu lurus bisa dibilang curly dan berita terburuk kali ini adalah besok hari pertamaku masuk sekolah
Suara itu berhasil masuk kedalam mimpiku
"tehh bangun hari pertama masuk sekolah gaboleh telat",teriak seorang wanita cantik yang sedang berjalan menujuku
Alarm terampuh dalam hidupku adalah teriakan ibuku tadi. Waktu menunjukan pukul 05.00 dan aku langsung bergegas menuju kamar mandi agar waktu mandiku tidak terpotong. Aku tidak suka mandi lama,tapi aku menyukai mandi yang sangat lama hehe. Setelah selesai semuanya aku langsung menghampiri ibuku untuk meminta diantar,karena hari ini adalah hari pertamaku masuk sekolah
"kali ini dianter ya bu" rengekku dilengkapi dengan wajah memelas
"pergi sendiri,belajar mandiri terus sekarang gaada acara pake ojek online" jawabnya yang membuat moodku berantakan dan malas pergi kesekolah
"lahh terus naik apaan?"
"angkot aja, ibu lebihin uang saku kamu" rayu ibu agar aku menuruti perintahnya
Akhirnya akupun pergi menggunakan angkot, tapi kali ini aku tidak pergi sendirian walaupun tidak diantar ibu. Aku pergi bersama teman SD ku yang sekarang satu sekolah lagi, akan tetapi sangat beda rasanya ketika aku pergi dengannya, maksudku teman SD ku. Sangat sungkan untuk memulai percakapan ,mungkin karena aku sudah lama tidak berkomunikasi dengannya,tapi kalau soal topic pembicaraan aku jagonya sih wkwk
Dari kejauhan aku sudah melihat bangunan yang menurutku sedikit tua , dan itu adalah sekolahku sekarang, banyak sekali orang tua yang mengantar anaknya sekolah mungkin karena hari ini adalah hari pertama sekolah jadi mereka mendadak manja ingin diantar oleh ayah atupun ibunya, apa daya aku yang pergi tidak diantar dengan alasan agar mandiri padahal aku sangat mengharapkan ibuku mengantarku. Tapi tak apalah walaupun tidak diantar yang terpenting adalah uang saku ku bertambah.
Sebelum masuk gerbang aku melihat sosok wanita berkacamata yang pandangannya terus tertuju pada kaki ku,
apa ada yang salah dengan sepatu atau penampilanku,"ah sudahlah mungkin sepatuku terlalu bagus",ucapku dalam hati sambil melihat kaki ku yang sedang di pandang guru tersebut
Tak lama setelah itu, mata guru tersebut mendadak menjadi seperti singa yang baru tebangun dari tidurnya. Dengan polosnya aku jalan dihadapannya
"angkat rokmu, mana kaos kakinya" matanya seperti bola pingpong yang mau keluar saat dia menanyakan kaoskaki ku
"ini bu,kaos kaki saya warna kuning" jawabku polos tanpa ada rasa takut sama sekali mungkin karna sudah hatam dengan pertanyaan kaos kaki
"hari senin kaos kaki mu harus berwarna putih dan panjang kalo tidak saya akan robek kaoskaki mu itu dan menyita sepatu mu" ucapnya dengan penuh ancaman
Saat aku melihat teman SD ku nampaknya dia kaget gara gara pertanyaan ibu tadi,mukanya seketika pucat saat sudah melewati ibu kaos kaki itu, badannya terlihat sedikit melemas. Padahal tidak usah takut toh ini hari pertama jadi seharusnya memaklumi bukannya menghakimi sebelum masuk. Bagiku ini pengalaman yang bisa dibilang horor bahkan ngakak pula,baru pertama kali aku masuk sekolah dan langsung ada acara razia kaos kaki terdengar sedikit lucu saja di hari pertama sekolah sudah seperti ini.
Tragedi kaoskaki sudah sedikit terlupakan saat aku masuk ke kelas baruku, isian dikelas mayoritas cewe dan dilengkapi dengan 2 cowo yang terlihat dari luar seperti cowo tapi tidak tau bagaimana sikap ataupun kelakuannya. Aku memilih duduk disebelah cowo tersebut, bisa dibilang ini modus karna dari pertama masuk sekolah kebanyakan yang aku lihat adalah cewe. satu kata untuk semuanya yang aku alami hari ini adalah buruk atau bahkan melebihi itu.
Rasanya aku sangat tidak nyaman dengan lingkunganku sekarang, tidak tahu kalo dua bulan kedepan, mungkin akan sedikit lebih nyaman ataupun sebaliknya, aku harap sekolah ku yang baru ini adalah pilihan terbaik tapi tidak terbaik untuk perpisahan itu. Perpisahan itu adalah sebuah perpisahan yang bisa dibilang biasa saja menurut mereka tapi tidak denganku, sangat sulit rasanya untuk mengucapkan kata selamat tinggal dan sangat berat rasanya saat aku harus mengatakan selamat datang pada kehidupan baru yang harus aku mulai, siap atau tidak sepertinya aku harus siap menjalani kehidupan baruku ini.
YOU ARE READING
Un Obtainable
Teen FictionTak apa, Setidaknya kita pernah saling berbagi canda dan tawa Menghadapi suka dan duka bersama Walau akhirnya kita tak lagi bisa melanjutkan kisah kita bersama. Setidaknya, kita pernah saling membahagiakan dalam waktu yang singkat, Walau pada akhir...
