satu

87 8 1
                                        

para senior bersorak memberikan aba-aba kepada seluruh murid kelas 10 berbaris dan memulai melakukan absen kedatanagn para siswa dan siswi. gue menatap kesal para senior. ini hari ke dua tapi udah ada yang bikin gara gara. batin gue kesal

"Vino, Vino pranjaya"

"saya kak!"

"Lengkap bajunya? Reno cek tasnya"

Ya, sampe segitunya. Telat, push up 20 kali. Baju tidak lengkap, keliling lapangan 4 kali. Bawa barang yang tidak di perlukan, barang di sita dan plank 5 menit. Dan ini membuat kita rela berjemur di bawah teriknya matahari lebih dari 30 menit.

"Glad, lo gak pake gesper" ucap Arletta, Sahabat gue.

"hah, serius Rlett" Gue panik. Duh gusti, Gue baru inget kalau gespernya ketinggalan di mobil. Gue nggak sempet pake gesper dari rumah gara gara gue buru buru ke sekolah. Aduh, Ka Ghandi lagi yang megang absen kelas gue. Sang ketua osis sekolah gue. Siapa sih yang nggak kenal Ketua osis sekolahnya?

"canon, Canon arletta?"

"Saya kak "

"Nita, cek"

Gue ngeri seketika begitu ngelihat Arletta di cek. Nama berikutnya pun di panggil

"Gadis, Gadis agatha"

Gadis Agatha? Gadis, gadis siapa? Agatha kayak nama gue. Apa dia bilangnya Gladys tapi gue dengernya Gadis? Batin gue

"Arletta" bisik gue, sepelan mungkin.

"Apa?"

"itu yang di panggil Gladys apa Gadis"

"Gadis kok bukan Gladys "

"oh makasih ta"

Arletta menjawab dengan mengangguk. Gue pun tenang. Tapi yang namanya Gadis nggak nyahut. Gue mulai panik. Apa Arletta salah denger juaga? Gue pun melihat ke sekeliling gue nggak ada yang gue kenal selain Arletta. Gue pun mencoba tenang.

"WOI! Yang namanya Gadis mana?" suara ka Ghandi menggelegar di lapangan. Itu cukup memebuat murid lain memusatkan perhatian ke arah barisan kelas X-B, kelas gue. Anak yang namanya Gadis pun angkat tangan. Hah ada dua? Batin gue.

"Maaf kak, tapi nama saya Gadis sangita kak"

"saya Putri gadis ayu sawangsa kak"

"LOH kok ada dua yang saya Tanya GADIS AGATHA DOUMA"

Seketika gue dan Arletta bertatapan. Beberapa anak yang mengenal gue ikut bertatapan ke gue. Aduh gila! Mending gue nyelem ke bumi aja deh! Batin gue.

"udah ngaku sebagai gadis aja, dari pada semakin parah keadaannya" ucap Arletta

Gue pasrah. Gue pun mengangkat tanangan gue. Duh, malu malu in banget sumpah. Ini kayak dikiranya gue itu budek, nggak bisa denger nama gue sendiri batin gue

"saya kak" ucap gue

Pingin bilang kalau nama saya Gladys Agatha douma, bukan Gadis Agatha douma. Tapi lidah gue entah kenapa kelu begitu melihat ka Ghandi. First impression dia ke gue pasti di cap buruk ! ARGH KZL!

~GDG~

Gladys & ghandiWhere stories live. Discover now