1. Kehilangan

372 32 5
                                        

2 tahun lalu...

Jakarta sore itu sedikit mendung, namun tidak sedikitpun menggoyahkan keinginan tiga remaja itu untuk menghabiskan waktu bersama sambil bermain bola basket. Pada saat itu mereka sangat senang, karena baru saja menamatkan sekolah menengah mereka dengan nilai yang cukup baik.
Mereka bertiga sengaja berkumpul di taman belakang sekolah, setelah acara perpisahan kelulusan karena ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh salah satu dari mereka. Sesuatu 'hal' yang sepertinya memang sangat penting.

"Hahhhh............cukup gue kalah deh, lo berdua emang gak pernah ada yang mau ngalah sama gue!" sergah Hana sinis sambil nafasnya tersengal-sengal, sedangkan dua lainnya terkekeh geli.

"Yaudah ayok main lagi, abis ini gue ngalah deh sama lo, janji!" Bujuk lelaki yang paling tinggi, lalu hanya mendapat cebikan bibir dari Hana.

"Gamau ah, tadi juga bilang nya gitu, nyatanya apa gue kalah terus!" Protes Hana yang membuat tawa yang lainnya semakin keras.

"Udah udah, gue juga udah capek, istirahat aja dulu" lelaki berwajah oriental itu mencoba menengahi, lalu memberikan dua botol minuman ion pada kedua sahabat nya, detik berikutnya dia mengeluarkan sapu tangan dari dalam saku celananya, lalu menyapukan benda itu pada dahi dan sekitar wajah Hana yg berpeluh keringat.

Lelaki yang paling tinggi tidak melewatkan pandangan matanya dari adegan yg tersaji di depannya ini, sedikit tersenyum yang hanya di ketahui oleh dirinya. Lalu matanya tertuju pada sang wanita, dilihatnya ekspresi si wanita yg datar dan masih dengan santainya meminum minuman ionnya hingga tak tersisa. Lalu batinnya bertanya "apa Hana tidak menyadarinya? atau pura-pura tidak menyadarinya?"

-Tukk-

"Aaawww! Yakk Chanyeol!" Sungut Hana tidak terima karna dengan seenaknya Chanyeol melempar kerikil kecil kearah kepalanya.

"Coba mulai perhatiin sekeliling lo Han, Lo bego banget sumpah!" Ledek Chanyeol sambil terkekeh dan menghampiri Lelaki yang satunya lalu menepuk bahu kanannya.

Sehun -lelaki berwajah oriental itu sedikit terpaku beberapa detik, kemudian mendongak untuk bersitatap dengan Chanyeol, seperti mengerti dengan arti tatapan Sehun, lelaki bertelinga lebar itu pun hanya mengedipkan sebelah matanya sambil terkekeh.

"Apa lo bilang? Gue bodoh? Nilai-nilai ujian gue aja lebih bagus dari pada nilai lo! Ngaca sana ngacaaaa!!!" Omel Hana di sertai lemparan batu bertubi-tubi ke arah Chanyeol lalu tertawa begitu riangnya.

"Sakit woyyy! Udah

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Sakit woyyy! Udah...udah ampun han!"

"Udah Han, udah minta ampun tuh dia, udah cukup" sergah Sehun cepat, sebelum Chanyeol terkapar akibat ulah Hana.

"Lagian tadi katanya mau ngomong penting, malah ngajak ribut, ngeselin!" omel Hana sekali lagi. Sudah jadi hobby Hana memang mengomel apapun pada Chanyeol sejak mereka kecil.

DESTINYWhere stories live. Discover now