Rintihan hujan di luar kamar terdengar jelas di telinga seorang laki-laki tampan dengan kulit putih dan bola mata berwarna biru, Rengga Aditya Satya. Rengga sedang membaca novel dengan posisi telungkup di tempat tidurnya.
Diluar memang sedang musim-musimnya hujan.
Tok... Tok... Tok...
Terdengar suara ketukan pintu dari kamar Rengga. Rengga langsung membuka pintu, terlihat seorang wanita datang yang terlihat tetap cantik meski sudah berumur 45 tahun.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam bu.."
Masuklah Aisyah membawa nampan berisi roti dan susu putih.
"Rengga, ini ibu bawakan cake dan susu putih buat kamu."
Kemudian Aisyah meletakkan cake dan susu putih tersebut di nakas.
"Makasih ibuku tercinta.... Tau aja kalau Rengga lagi pengin cake,,"
Ucap Rengga sambil terkekeh.
"Sama-sama sayang..."
Terukir senyum di bibir Aisyah, kemudian Aisyah keluar dan menutup pintu.
Rengga berjalan menuju nakas dan mengambil kursi belajar lalu didudukinya sambil memakan cake yang dibawakan ibunya.
Tiba-tiba terdengar notifikasi di kasurnya.Rengga langsung mengambil benda pipih berwarna silver di kasurnya. Dibuka handphonenya itu, tertera pesan line dari sahabatnya, Reina Aina Putri. Reina adalah teman satu kelas Rengga.
Kemudian Rengga membuka pesan tersebut.
Reina : Assalamu'alaikum Ngga, aku mau tanya, besok UH IPA apa enggak?
Rengga : Wa'alaikumsalam. UH IPAnya dicancel, soalnya Bu Yanti lagi ada urusan.
Reina : Owh. Kalau gitu makasih ya Ngga, Wassalamu'alaikum,,
Rengga : Sama-sama, wa'alaikumsalam..
Tiba-tiba Rengga terpikirkan akan sesuatu. Di hatinya merasa seperti ada yang aneh dengan Reina. Karena biasanya Reina tidak pernah tanya melalui pesan atau secara langsung dengan Rengga untuk menanyakan sesuatu, walaupun hanya hal sepele, Reina tidak pernah bertanya atau berbicara dengan Rengga sebelumnya. Tapi pikiran itu lama-lama hilang setelah Rengga meminum susu yang dibawakan ibunya.
Kring... Kring... Kring...
Pukul 04.00, alarm Rengga berbunyi. Rengga yang mendengar langsung mematikan alarm dan langsung bangun untuk shalat dan persiapan untuk berangkat sekolah.
Rengga langsung mengambil handuk dan pakaian sekolah, kemudian masuk ke kamar mandi untuk mandi sekaligus berwudhu.
Di bawah sudah ada ibu dan papanya Rengga duduk di meja makan untuk sarapan. Dilihat oleh Ryan, Rengga turun dari kamarnya dengan menggendong
ransel kecil di punggungnya.
"Pagi bu, pa,...."
Sapa Rengga dengan senyum yang mengembang di bibirnya dan langsung duduk bersama dengan papa dan ibunya.
"Pagi juga sayang..." Balas Ryan dan Aisyah secara bersamaan.
Terlihat suasana tenang saat makan bersama. Jam menunjukkan waktu 05.30. Rengga dengan cepat menghabiskan makanannya dan berangkat ke sekolah dengan bersalaman dahulu dengan papa dan ibunya.
"Rengga berangkat dulu ya pa, bu, assalamu'alaikum..."
Sambil mencium tangan ibu dan papanya.
"Wa'alaikumsalam. Hati-hati di jalan sayang.."
Jawab Aisyah sambil merapikan piring-piring dan gelas usai sarapan.
YOU ARE READING
RENGGA
Teen FictionSuatu hal yang membuatku bisa mengetahui perasaanku dan perasaanmu sebelum terlambat.☺
