prolog

227 11 0
                                        

Di tengah keramaian, seorang gadis berbaju biru muda dengan krudung pashmina panjang yang senada dengan warna baju yang dikenakannya berjalan terburu-buru menyusuri koridor menuju kelasnya. Heran?mungkin ini yang sedang dirasakannya. Bagaimana tidak heran semua orang menatapnya dengan pandangan yang aneh. Tak terlebih lagi beberapa orang menatapnya dengan tawaan yang berkesan menertawainya.

Namun Reynan tidak memeperdulikannya. Reynan?ya Reinan, tepatnya Reynan Arsyla Humaira mahasiswi semester 5 jurususan manajemen.

REEYYYYY...!!!

Teriak seorang laki-laki dibelakangnya namun Reynan tetap berjalan seolah-olah tak mendengarnya. Dengan cepat laki-laki itu menghampiri Reynan yang terus berjalan dan menghiraukan panggilannya.

"Rey kamu sehat kan?" Tanya Reyhan dengan nafas tersengal-sengal karena mengejar Reynan yang tak kunjung berhenti saat dipanggilnya.

"Sehatlah emang kenapa?jangan ganggu deh, lagi buru-buru nih!" Jawab Reynan yang terus berjalan dan tak memandang lawan bicaranya.

"Rey lihat bawah deh!"

"Kalo cuman bercanda jangan sekarang deh Rey, gak lucu tau nggak!" Timpal Reynan.

Dengan tiba-tiba Reyhan berhenti tepat dihadapan Reynan, membuat dahi Reynan tertabrak dengan dada bidangnya.

Dug!

"Aww!" Pekik Reynan sambil mengusap dahinya. "kamu kenapa sih Rey jangan buat aku marah deh."

"Coba kamu lihat bawah deh Rey!" Pinta Reyhan dengan mengisyaratkan menatap kebawah dan diikuti oleh Reynan.

Mata melotot dan mulut tebuka lebar yang tergambar di wajah Reynan sekarang. Ingin rasanya waktu terhenti dan diculik oleh alien tampan seperti yang ada di drama korea yang pernah ia tonton. Namun semua itu haya khayalan yang hanya ada di dalam drama.

"Astaghfirullah, kenapa gak dari tadi bilanginnya?" Bisik Reynan.

"Hahaha...Kan udah dari tadi aku bilanginnya, kamu aja yang nggak percaya sama aku!" Jawab Reyhan dengan menahan tawanya agar tidak kedengeran orang.

"Jadi, dari tadi orang pada ketawa ketawaain aku?" Tunjuk Reynan pada dirinya.

"Ya kamulah siapa lagi masa aku?nggak mungkin kan cowok ganteng diketawain?" ledek Reyhan.

"Terus gimana?"

"Gimana apanya?"

"Aku ada wawancara!"

Reyhan duduk di kursi koridor dan memberikan sepatu yang dipakainya kepada Reynan. "Ya sudah, nih pake sepatuku aja. Lain kali lihat-lihat dong, masa udah besar pakai sepatu aja masih salah pasangan, gimana kalo salah pasangan beneran kan berabe urusannya."

"Iya-iya namanya juga gak sadar!" Timpal Reynan sambil memakai sepatu Reyhan.

"Kebesaran Rey!"

"Udah, nggak pa-pa daripada pakai sepatu beda sebelah?" Jawab Reyhan.

"Iya sih!" Reynan berdiri setelah selesai mengikat tali sepatunya.

"Sini sepatu kamu biar aku yang bawain!" Pinta Reyhan sambil menyodorkan tangannya. "Inget semuanya gak ada yang gratis!"

"Iya-iya, lain kali aku balas deh kalo inget." Timpal Reynan sembari memberikan sepatunya kepada Reyhan. "Tapi kamu gimana?"

"Tenang aja, udah gih sana berangkat nanti telat!"

"Makasih ya." Reynan melambaikan tangannya sambil berjalan meninggalkan Rayhan.

"Hati-hati Rey!"

"Iya!

🍁🍁🍁

TWO REYWhere stories live. Discover now