Mentari membelalakan memulai lakon kehidupan, membangkitkan sebuah drama, memparafrasakan dongeng tengah malam.
"Hai?" sapaan asing bagiku, suaranya begitu kukenal, suara yang selalu ada dalam bayang rinduku.
"Hh.. hai juga, Kei?" Bibir keluhku refleks menjawab salam darinya, mataku hampir loncat keluar, tak percaya melihat ia ada di depanku.
"Iya, aku Kei, lama tak jumpa. Bagaimana kabarmu?"
"Bb..bbaik" Bila ini mimpi tolong siapapun itu jangan bangunkan aku kali ini. Aku sedang menikmati rinduku yang termuntah dalam sosok sempurna di memoriku. Ia tak berubah, semuanya masih sama.
Senyum khasnya mengembang diberikan kepada pelayan supermarket.
"Duluan yaa, aku pergi dulu, daaah!" Secepat kilat ia pergi dengan raganya tapi tidak dengan bayangnya, bayang barunya tersimpan dalam otakku.
"Mas ini jadinya beli ini aja?" Tiba-tiba pertanyaan muncul dari mbak di depanku, ia bertanya sambil menyeritkan alis.
"Ohh maaf-maaf iyaa ini aja Mbak"
"Terimakasih Mbak" Langsung kubawa pergi plastik belanjaanku meninggalkan Supermarket dan melamunkan segalanya di luar.
Aku masih tak percaya bertemu dengannya disini, di Supermarket yang sering kukunjungi, banyak sekali kalimat yang ingin kuutarakan, tentang masa lalu yang kuingat dengan nyata. Ah bukan! Tentang keingintahuanku saat ini. Apa kabar kamu, dari mana dirimu, sibuk apa kamu sekarang, masihkah kamu tinggal dirumah yang sama, dan apakah kamu merindukanku juga?
YOU ARE READING
Tentang Kamu dan Supermarket
Teen FictionMataku hampir meloncat keluar bertemu dengan Kei, perempuan yang selalu membuatku kesusahan, akhirnya aku bertemu! Dalam sebuah Supermarket, tempat yang tak pernah kubayangkan dapat membayar rinduku dengannya. . Mulai sekarang setiap hari aku akan m...
