part 1

16 0 0
                                        

Pagi yang cerah, secerah wajah gadis yang satu ini. masih jauh dari kata 'kesiangan' , gadis itu sudah siap berangkat sedari tadi . ia sudah mengenakan seragamnya lengkap,rambut di ikat kuda,kacamata bertengger menutupi kedua matanya ,dan bedak tipis yang menampilkan kealamian dirinya.tak lupa sebuah buku fisika yang sudah ia jinjing dengan bangga.buku yang bertuliskan (Aleandra azfar - 11 IPA - )

  Itulah yang ia banggakan pagi ini.ini hari pertamanya menjejakkan kaki di SMA Pancasila,sebagai siswi kelas sebelas IPA.sesuai dengan kepintaran yang ia miliki,ia berhasil lolos dari ratusan anak  di SMA tersebut yang menginginkan jurusan favorit itu.

  Sekali lagi ia bercermin memutar tubuh nya berulang-ulang.sesekali ia merapikan rambut dan juga poninya,memakai sepatu converse hitam serta kaus kaki putihnya,dan.....
      "Alea berangkat,Ma!"
  
          *****
Lain Alea,lain juga Arvin...
       "Arvin!Bangun!!"
   Arvin yang masih terlarut dalam buai mimpinya,seketika membuka matanya perlahan.teriakan papanya,membuat dunia fantasi dalam mimpinya menjadi  neraka fantasi.....eh,tepatnya neraka dunia.karena begitu Arvin membuka matanya ,papanya sudah siap dengan seember air d tangannya.
     "Paaaa.ini Arvin udah bangun."Arvin menggosok matanya dengan telunjuknya yang di tekuk.
      "Kamu nih,anak laki2 kok pemalas sekali.bangun aja susah.untung papa lagi nggak d luar kota.pantas selama ini kalau papa pergi kamu selalu terlambat sekolah!!"begitulah papanya.sebenarnya jika papanya d rumah pun Arvin masih saja terlambat.ocehan papanya d pagi hari
Bisa menghabiskan waktu yang biasa Arvin d buat mandi.
     Arvin melirik ke arah jendela kamarnya yang sudah terbuka.lihat matahari saja seperti menertawakannya.
       "Iya..pa..pa.."belum Arvin mengelak ,papa sudah memotongnya lebih dahulu."kamu kelas brapa sekarang?"
      "Dua belas.kan papa juga tau."kata Arvin.
  " nah !kamu tuh. Makin tua,makin balita aja pikirannya!kamu sudah kelas dua belas ,IPS pula .jangan tambahin masalah. papa sebenarnya ingin sekali kamu masuk IPA lho.tapi ya papa sadar sih ,otak kamu tuh kurang mampu."suara papa dengan menyindir.Arvin menggelengkan kepalanya ke kanan ke kiri sambil mendengarkan ocehan papanya .ocehan tentang perbedaan IPA-IPS sudah sangat tak asing bagi telinga Arvin .bahkan,bakteri telinga Arvin pun sepertinya sudah kebanjiran hal itu.

   "Kamu dengar papa tidak?"suara papa kedengaran meninggi.papa gemas melihat Arvin yang sepertinya tak acuh dengan pidato paginya ini.

  "Dengar pa"
"Bagus.kamu masih ingat poin pelanggaran kamu d kelas sebelas ?nyaris saja kamu d keluarkan karena tingkah kamu itu .berapa poin kamu dulu?"

  Arvin menjentikkan tangan nya satu persatu "seratus empat puluh pa"balasnya dengan ekspresi meringis ,tanpa dosa.
  "Sepuluh poin lagi ,kamu sudah d keluarkan !makanya, d kelas ini kamu harus serius .kamu akan menghadapi ujian nak..."papa menarik napas dalam2 .tatapannya berhenti pada jam yang tergantung di dinding ,tepat d atas ranjang Arvin.
    "Papa liat kan sekarang jam berapa? Enam lebih sepuluh .sebelumnya ,papa menghabiskan dua puluh lima menit untuk amanat pagi.jangan salahin Arvin kalau pagi ini Arvin dapat poin lagi karna telat."lanjut Arvin dengan nada mengejek ,sambil menarik handuk dan berlalu ke kamar mandi
                            *****

Masih pukul setengah tujuh ,Alea  sudah turun dari bus.beberapa detik lagi ia sudah sampai d sekolahnya.
     Bisa d pastikan banyak sekali adik kelas baru yang masih cupu2 nya dan masih gemar menundukkan kepalanya.serta kakak kelas dua belas yang makin gaul dan makin giat mengangkat dagu untuk memamerkan senioritasnya.Alea bersyukur ,kini ia merasakan menjadi siswa medium,punya kakak kelas dan punya adik kelas .
    "Lea,masuk kelas mana lo?"
Alea menoleh ke arah sumber suara.flora,teman sekelasnya d kelas sepuluh dulu.flora yang kali ini datang dengan rambut teruainya,makin pas untuk d pandang cantik.
   "IPA tiga ,lo?"
   "Waaah!sama!" Ucap nya histeris ."duduk sebangku ya Lea .kayaknya dei kelas sepuluhnya kita yang masuk IPA tiga cuma empat deh.gue,elo,Rohman,sama Dodo.masa gue duduk sama mereka,nggak mungkin lah.mau ya....mau??"
       Flora memang bukanlah sahabat Alea d kelas sepuluh dulu.semuanya Alea anggap teman akrab,karena Alea berbaur dengan semua temannya.d kelas sepuluh ,hampir tak ada genk d kelas mereka.semuanya berbaur satu. Tak heran ,meskipiun Alea dan Flora bukan sahabat,mereka terlihat akrab.
   
     "Oh ya?cuma empat ?y udah ,lo duduk sama gue aja.gue juga nggak tega lihat lo duduk Rohman,bisa d santap lo.hahaha,"ucap Alea dengan tertawa.
  Flora merangkul pundak Alea dengan akrabnya , "makasih ya ,lea...?"
   D  balas dengan anggukan serta seulas senyum Alea ,mereka berdua berjalan beriringan menuju kelas mereka.

SEVEN DAYSHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora