new teacher; 1

2.2K 326 250
                                        

"Jadi anak-anak, wali kelas kalian bapak Acep berhenti mengajar di Sekolah tercinta kita. dikarenakan, beliau akan pindah menuju Makassar." Ujar kepala sekolah SMA 101, yang disambut teriakan bahagia dari kelas sepuluh. Bahkan ada beberapa murid yang menaiki meja dan menari-nari bahagia,

"YUHU, AKHIRNYA GUYS! KITA BAKAL BEBAS DARI PAK KUMIS GALAK!" Pekik salah satu murid bernama Lee Daehwi.

Sang kepala sekolah hanya bisa mengelus dada dengan kelakuan anak kelas sepuluh ini. Lalu kemudian beliau melanjutkan, "Tapi, bukan berarti tanpa ada pak Acep kalian akan free class."

Para murid yang menari, berhenti menari dan turun dari meja. Dan mereka kemudian bersama-sama menyoraki kepala sekolah mereka itu.

Pantas saja pak Acep pindah ke Makassar, batin sang kepala sekolah nelangsa. Memang sebelum pak Acep pindah, beliau memang berulang kali melapor kelakuan anak kelas sepuluh. Awalnya sang bapak kepala, bapak Kris berfikir bahwa mereka adalah anak baik-baik. Jadi, tidak mungkin mereka sampai membolos waktu jam pelajaran hanya untuk sekedar merokok. Semoga, guru baru itu akan betah di kelas ajaib ini. Tunggu... guru baru?

"Karna saya sudah mendapat guru pengganti kalian,"

Semua langsung melongo. Beberapa murid yang tidur di kelas, secara spontan terbangun lagi. Dan mereka juga kembali menyoraki pak Kris yang kedua kalinya.

"Yah, pak. Kenapa cepet banget sih cari pengganti pak Acep," Gerutu Hyungseob dengan wajah yang ditekuk.

"Memang kenapa, bukannya lebih bagus cepat mencari pengganti? Walaupun kalian adalah murid yang kelebihan kesopanan, tapi saya akui prestasi kalian di kelas cukup bagus."

"Bukankah yang menggerutu tadi, Ahn Hyungseob si juara cerdas cermat tahun ini? Walau dia masih kelas sepuluh, tapi dia dapat mengalahkan siswa kelas dua belas dari SMA Anak Sesat."

Hyungseob yang mendapat tepuk tangan meriah dari teman-temannya merasa sedikit tersanjung. "Bapak mah, bisa aja." Ujarnya malu-malu,

Pak Kris membalas ucapan Hyungseob dengan gelak tawanya. Mana tadi, murid yang paling keras menyorakinya?

Pak Kris menengok arloji-nya. Sudah hampir pukul setengah delapan, tapi orang yang dia tunggu belum datang juga. Ditelpon, tidak diangkat. Hanya terdengar nada sambung. Kepala sekolah muda itu hanya menghela nafas kasar, bagaimana seorang guru baru dapat terlambat di hari pertamanya mengajar.

"Karena wali kelas baru kalian belum datang untuk mengajar jam pertama kalian, matematika. Terpaksa saya yang menggantikan beliau,"

citt

"Maaf saya terlambat,"

Decitan khas pintu kelas sepuluh membuat seluruh isi kelas menengok siapa yang membukanya. Ternyata, seorang pemuda tampan dengan style khas anak kekinian.

"Akhirnya, datang juga yang kita tunggu-tunggu." Ujar pak Kris dilengkapi helaan nafas lega. Yang merasa dibicarakan menjadi sedikit kikuk,

"Maaf mas, saya telat." Ujar lelaki yang barusan datang dengan membungkuk sopan. Yang dipanggil 'mas' kembali menghela nafas,

"Kamu ini lho, wes kebiasaan telat dari dulu. Iku ora iso dirubah opo? Untung, keponakan." Omel pak Kris dengan sedikit campuran logat jawanya.

"Ehe, maaf mas." Ujarnya sedikit nyengir.

"Pak Kris! Itu orang guru baru kenapa enggak kenalan!" Sahut Daehwi dengan pekikan yang lumayan keras. Membuat Dongbin yang notabene adalah teman sebangkunya menutup kedua telinganya.

PAK GURU ━━ WINKDEEP.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang