1. Keterlambatan

12.3K 468 25
                                        

Di saat terik matahari yang bersinar terang di kota Orlando ini menusuk tajam kearah kulit Landon yang sedang berlari di lapangan, ia mengerang seperti kerbau. Basahnya keringat menjulur kebawah kaus putihnya, menjulur bagaikan badai hujan yang menghantam kulit. Persetan dengan hidupnya. Cuaca memang sedang panas hari ini, kemungkinan akan turun hujan nanti sore. Landon berharap ia masih diberi kekuatan untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.

Lagi-lagi, ia harus mengulangi hukuman Mr. Jones karena ia terlambat masuk sekolah, dan sialnya lagi Mr. Jones yang sedang piket di gerbang pada pagi ini. Beliau dikenal sebagai guru tergalak di Edbrooke High, dan menghadapi murid seperti Landon yang sering terlambat sekolah entah karena alasannya apa sudah menjadi hobi favoritnya untuk memaki para siswa tersebut.

Tapi, tidak sepenuhnya pagi ini ia terlambat karena salahnya. Dikarenakan sepedanya yang rusak karena dia menabrak pohon 2 hari yang lalu, akhirnya ia harus menerima tawaran tumpangan dari Shailene, yang merupakan kakak perempuannya. Benar, dia harus menunggu setidaknya 1 jam untuk menunggu Shailene bersiap-siap untuk harinya.

"Persetan dengan ini." Landon bergumam sambil berlari mengelilingi lapangan sekolah, menikmati panasnya terik matahari siang ini.

Kenapa Mr. Jones menyuruhnya berlari siang-siang begini? Kenapa tidak tadi pagi saja ketika ia terlambat ketimbang menghabiskan waktu di ruang hukuman? Ia akan kehilangan konsentrasi untuk belajar selama sisa jam pelajaran nanti.

Sialnya, Landon harus meninggalkan waktu makan siangnya dengan teman-temannya.

Menjalani hukuman seorang diri untuk hari ini cukup mengherankan. Biasanya banyak sekali murid-murid yang terlambat. Landon cukup mendapat nasib yang buruk hari ini. Jika nanti ia mengantuk di saat periode selanjutnya, maka semua itu ia salahkan kepada Mr. Jones.

Mungkin tidak sepenuhnya salah Mr. Jones. Ia tidak akan menghukumnya kalau Landon tidak terlambat, dan semua ini salah Shailene. Tentu saja, ia terlalu lama entah menyiapkan apa sehingga Landon harus menghadapi hal bodoh seperti ini, lagi.

Jika Shailene tidak berdandan ataupun mandi terlalu lama untuk pergi ke kampus, Landon tidak akan terserang teriknya matahari saat ini. Namun Landon juga menyalahkan matahari yang muncul begitu panas. Semuanya saja disalahkan olehnya.

Setelah berkeliling lapangan selama 30 menit, akhirnya Mr. Jones datang dari arah pintu koridor sekolah menuju lapangan.

"Itu sudah cukup Calford, kamu boleh kembali melanjutkan kelas. Sekarang ambil barang-barangmu di ruangan hukuman." ujar Mr. Jones selagi Landon mengangguk.

Kenapa ia begitu menyebalkan? Sungguh, melihat wajahnya saja rasanya Landon ingin menghantamnya. Tapi ia masih tahu rasa hormat dan batas aturan.

"Bagaimana lari pagimu, Landon?" Jaime bertanya di depan pintu ruangan, membawa satu buah roti isi ayam dengan sekotak jus jambu. Beruntung sekali sahabatnya mengerti kalau Landon lapar, kehabisan tenaga setelah berlari 30 menit penuh. "Ini makananmu, tadi aku sisakan dari kafetaria. Dude, kamu terlihat berantakan." Jaime terkekeh. Landon langsung memukul pelan pundaknya, dan memutar bola matanya.

"Aku begini karena ulah Shailene. Dia bersiap-siap terlalu lama seperti biasanya." Landon menghela nafas dengan nada lelah, membuat Jaime masih terkekeh dan mengangguk. "Barang-barangku masih di dalam, aku harus mengambilnya." Landon langsung membuka pintu ruangan hukuman dan coba tebak pemandangan apa yang Landon temukan?

Miles Sansone sedang terduduk di dalam ruang hukuman.

Ini tidak bisa terjadi. Apa yang dia lakukan di sini demi Tuhan?

A Closer StepStories to obsess over. Discover now