Chan duduk menyender pada bangku yang berada di taman itu. Wajahnya sedikit terlihat gugup,namun sebisa mungkin ia mengatur ekspresi wajahnya saat ini. Jantungnya berdegub cepat menunggu seseorang sedari tadi. Rambut yang dibiarkan jatuh membuat kesan tampan pada dirinya. Matanya tak henti-henti melirik jam tangan berwarna hitam yang melingkar di tangan kirinya. Sudah hampir dua jam ia menunggu gadis itu. Bunga mawar yang tak lagi segar membuat dirinya sedikit cemas.
"Hai maaf ya menunggu lama"
Suara indah itu membuat Chan bangun dan menoleh kaget. Senyum mengembang saat melihat gadis itu datang dengan gaya seperti biasanya. Cantik dan feminim. "Ah gak apa"ucapnya kikuk "Baru aja dateng kak"lanjutnya berbohong.
Im Nayeon. Gadis yang menjadi kakak kelasnya dulu yang selalu membuat seorang Chan jadi terkena serangan jantung tiba-tiba. Berbeda dua tahun membuat Chan selalu ingin dekat dengan gadis cantik itu. Berawal ketika Chan tersesat saat di sekolah awal mos lalu membuat dirinya bertemu dengan gadis itu,yang saat itu menjadi panitia mos.
"Kita mau kemana?"tanya Nayeon disertai senyum terbaiknya.
Jantung Chan saat ini ingin lepas dari tempatnya saat melihat senyum itu, "Ah itu sebelumnya"lirihnya ragu "Ini buat kakak"ucapnya sambil menyerahkan bunga mawar merah kesukaan Nayeon.
Nayeon menerimanya, "Terima kasih,Bang Chan"celetuknya senang membuat Chan ingin kabur saja karna tak kuat melihat gadis pujaannya itu yang selalu tersenyum.
Chan mengangguk kecil, "Sekarang?"tanya pemuda itu memastikan membuat gadis bergigi kelinci di depannya mengangguk senang, "Mau makan dulu atau?"
Nayeon mengerutkan keningnya, "Makan,belum makan soalnya"jawabnya jujur.
Chan mengangguk kecil lalu berjalan mengikuti Nayeon yang berjalan di depannya. Ia menepuk pelan keningnya,merasa bodoh harus mengajak gadis itu pergi sepagi ini.
***************************************
Nayeon mengetuk pelan meja. Merasa bosan karna sejak tadi Chan hanya diam tak seperti biasanya. Mereka sedang berada di Restaurant di dekat sekolah mereka dulu-bagi nayeon-. Butuh waktu lima belas menit untuk sampai ke sini. Omong-omong saat ke sini,Chan membawa motor sport hitam miliknya. Setelah memesan,Chan menghela nagas panjang. Mencoba menguatkan dirinya.
Chan berdehem pelan, "Gimana sama kuliahnya,kak?"tanya Chan mencoba mengusir keheningan yang melanda.
Gadis itu mengangguk kecil, "Ya sebagaimana anak kuliah seharusnya."matanya menatap Chan, "Susahnya banyak enaknya dikit"adunya
Pemud bermata sipit itu tersenyum kecil, "Jalanin aja kak nanti aku nyusul kok."celetuknya. Matanya menatao balik Nayeon, "Tunggu aja ya,kak."
"Iya bakalan di tunggu kok"
Kemudian hening.
Nayeon yang asik dengan ponsel dan dunianya,sedangkan Chan mengematur deru jantungnya yang memacu lebih cepat. Batin dan otaknya sedang beradu saat ini. Batinnya mengatakan untuk menyatakan perasaannya sekarang,namun otannya bilang untuk menunggu nanti.
Aduh gimana ini Ya Allah?-chan
Chan berdehem pelan, "Kak Nay"panggilnya pelan membuat Nayeon menoleh, "Ada yang mau aku omongin."
Gadis itu mengangguk kecil, "Mau ngomong apa? Omongin aja!"titahnya membuat Chan tambah gugup.
Berkali-kali ia menghela nagas dan menguatkan hatinya, "Kak,mau jadi pacar aku gak?"lirih Chan dengan sedikit ragu.
Mata Nayeon membulat sempurna dengan mulut menganga tak percaya,detik berikutnya ia berdehem mencoba menguasai ekspresinya. Wajahnya jadi menyendu, "Sorry bukannya gue gak mau tapi lebih baik kita kayak gini aja"tolaknya halus.
Apa yang Chan lakukan???
Pemuda itu tertawa, "Ah gak papa kak gak apa"timpalnya sambil melambaikan tangannya.
Nayeon menatap Chan khawatir, "Elo baik aja kan?"tanya Gadis itu dengan takut-takut.
Takut jika tiba-tiba Chan bunuh diri dan masuk koran dengan berita utama 'Seorang pemuda ditemukan bunuh diri akibat di tolak cintanya' itu sungguh tak lucu jika orang-orang tahu Nayeon lah penyebabnya.
"Makanannya udah dateng,makan dulu kak"ajaknya saat melihat pelayan membawakan pesanan mereka.
Bohong jika Chan tak sakit hati. Dua tahun menunggu dan akhirnya bisa dekat membuatnya senang setengah mati. Namun,di tolak itu tak pernah terbayang dalam benak dan otak seorang Bang Chan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Glow
Fiksi RemajaKetika pengakuan cinta Chan di tolak oleh Nayeon,kakak kelasnya dulu. membuat Chan sedikit frustasi,namun bertemu dengan Naya,adik kelasnya. Membuat Chan kembali seperti dulu.
