Prolog

51 6 7
                                        

Lagi-lagi dia masih tersenyum padaku dengan tangannya yang sedari tadi mengenggam tangan ku dengan erat.

Aku akan berterima kasih kepadanya jika saja dia tidak melakukan ini semua karena maksud tersembunyi.

Min Yonngi, laki-laki itu menolongku dari Bae sookyung karena kebohongan ku sendiri.

Jika boleh jujur sepanjang hidupku aku tidak pernah membuat kebohongan yang sebesar ini. Apalagi harus terlibat dengan yonngi, murid pindahan yang populer itu-ditambah mangsanya sookyung yang gagal direbutnya karena diriku.

"Aw! "

Aku meringis kesakitan saat yonngi meremas pergelangan tanganku. Jujur, ini sangat menyakitkan.

Yonngi menghempaskan tanganku tetapi langsung mencekram pundakku. Tidak ada lagi wajah hangat nya melainkan wajah dinginnya.

"Kenapa kau mengaku-ngaku diriku sebagai pacarmu? Kau beruntung ku selamatkan, jika tidak semua orang akan membencimu"
Kata-kata nya yang menusuk telingaku membuat diriku diam seribu bahasa.

Aku benci disaat-saat seperti ini. Sialan! Seharusnya aku menjauhi sookyung dari dulu. Dasar ular!

"A-Aku melakukannya k-karena terpaksa"
Aku merutuki suaraku yang terdengar ketakutan seperti ini.

Yonngi melepaskan tangannya dan menepuk-nepuknya seolah ditangannya ada debu. Laki-laki itu menyampingkan tasnya dan berjalan menjauh dariku.

Mataku menatap punggung nya yang menjauh. Huft, akhirnya dia pergi juga.

Tiba-tiba dia berhenti dan membalikan badannya. Jantungku kembali berdetak cepat saat mataku bertemu dengan matanya. Oh No.

"Kau tau aku tidak akan pergi begitu saja tanpa menyelesaikan masalah ini"

Dia berjalan mendekat dan entah mengapa diriku justru mundur kebelakang. Aku terus berjalan mundur kebelakang sampai punggung ku menabrak dinding.

"A-Apa maksudmu? Aku tidak mengerti... "
Nafasku tercekat saat tangan yonngi membelai pipiku.

Tangannya turun sampai didepan dadaku. Kurangajar!

Kutepis tangannya dengan kasar. Laki-laki brengsek!

Dia terlihat kaget dengan perbuatanku. Dia kira aku gadis bodoh yang dengan sukarela menyerahkan tubuhnya hanya demi laki-laki tampan seperti dirinya.

"Jangan menyentuhku!"
Aku berteriak didepan wajahnya.

Yonngi tersenyum sinis. Kali ini dia memegang kedua tanganku dan menahannya didinding.

Wajahnya mendekat dan matanya menatap tajam mataku. Bahkan aku merasa terhipnotis dengan mata dingin dan tajam itu.

Hembusan nafasnya menerpa wajahku. Posisi seperti ini membuat wajahku terasa panas. Sialan! Tidak mungkin laki-laki ini akan memperkosaku!

"Dengar..aku memiliki prinsip, sekali masuk tidak bisa keluar. Dan itu berlaku untuk dirimu. Kau telah mencari urusan dengan orang yang salah Park. Seulhee."
Yonngi menatap bibirku begitu lama.

Astaga apa yang dia pikirkan. Tubuhku bahkan tidak mau bekerja sama. Rasanya aku lumpuh begitu saja.

Aku akan membunuhmu yonngi jika berani menyentuhku!

"Lepas.. "
Lirih ku.

"Apa? Melepaskanmu? Impossible, kau pikir apa yang kulakukan padamu itu gratis? Berpura-pura menjadi pacarmu? "

Yonngi mendekat kearah leherku dan meniupnya sehingga membuat diriku merasa geli.

"I said again, this all no free. If you want to pay, pay with your body"

Jesus help me! []

***
Gimana prolog nya? Vote dong kalo bagus. Kalo jelek biarin aja :') gak papa kok

Sweet LieWhere stories live. Discover now