Bad Surprise

849 50 0
                                        

Wusshhh.....

Angin bertiup sangat kencang sore ini.. rambutku bahkan berkibar kemana-mana.. tapi aku tidak menghiraukan semua itu.. yang terpenting saat ini adalah.. nasib kisah cintaku.

Ya.. saat ini aku sedang berhadapan dengan kekasihku, Yahiko.
Tadi siang dia memintaku untuk datang ke taman tempat biasanya kami bertemu. Aku sangat gugup saat ini.. bahkan takut. Tatapan matanya, sungguh tak bisa diartikan.

Bukan tanpa alasan aku merasa seperti ini, melainkan aku mungkin sudah tahu apa yang akan dia katakan padaku sekarang.

PUTUS..

"Sakura, aku... aku ingin mengatakan suatu hal yang sangat penting"

Deg..

"K-katakanlah.."

"Sakura..."

Entah apa yang dia fikirkan, kenapa dia tidak segera bicara. Dia malah semakin mendekatiku, membuatku semakin gugup saja.

"Happy anniversary 2nd Sakura.."

Deg..

"A-apa yang k-kau b-bicarakan?"

"Hei kenapa kau panas dingin seperti ini.. aku hanya mengatakan selamat hari jadi kita yang kedua, itu saja.."

"Kau tidak ingin memutuskan hubungan kita?"

"Eh? Kenapa harus ku putuskan?"

"Habisnya akhir-akhir ini kau bersikap seolah-olah kau sudah bosan denganku dan juga hubungan kita, kau jarang membalas pesanku, bahkan kau sudah jarang menjemputku ke sekolah.. karena itu aku berfikir bahwa kau memintaku kesini karena kau ingin memutuskan hubungan kita"

"Pfffttt.. whahaha.. Sakura, jadi rencanaku tidak gagal ya.."

Hah rencana?

"Apa maksudmu dengan rencana?"

"Ya, maksudku aku sengaja melakukan semua hal itu agar kau berfikiran bahwa aku sudah bosan denganmu, dan saat hari anniv kita, aku akan membuatmu terkejut dengan mengatakan selamat hari jadi padamu.. dan semua itu berjalan sesuai rencana!"

"K-kau...."

"Ah, maaf ya sayang aku hanya ingin mebuat sedikit kejutan untukmu"

"Sialan kau Yahiko! Kau tau betapa takutnya aku, saat aku datang kesini bahkan aku berulang kali meyakinkan hatiku untuk tidak menangis saat kau mengucap kata putus.. tapi kau? Ternyata ini semua hanyalah permainanmu? Kau jahat Yahiko kau jahat! Hiks.."

Tidak salahkan jika saat ini aku memukul-mukulnya, bahkan berteriak padanya. Salahnya sendiri.

"Iya iya sayang.. maaf.. aku minta maaf ya.. lain kali aku tidak akan seperti ini lagi, aku janji"

"Kau hiks janji?

"Iya aku berjanji. Sekarang senyumlah dan hentikan tangisanmu itu, aku mau kita berdua bahagia dihari ini.. ini hari kita bukan?"

"Iya deh iya, ini juga karenamu tau.."

"Yaudah. Mau beli gulali?"

"Kapan aku pernah nolak gulali hm? Hehe"
"Baiklah nona gulali, ayo kita ke funfair"

"Ayo.."

Yaah.. setidaknya kisah cintaku masih terselamatkan.

🍃🍃🍃

To be continued..

AN:

Maaf jika fanfic ini garing yaa.. walaupun ini bukan pertama kalinya.. tapi tetep aja saya bukan ahli dalam membuat alur cerita😆..

Jadi, maaf kalau tidak berkenan dihati kalian😊..

HimselfTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang