Oneshot

734 50 11
                                        

"Otouto bangunlah" panggil seorang yang berambut merah dengan mata crimson. Ia sedang duduk di pinggir tempat tidur sang adik sambil mengelus rambut adiknya yang berwarna baby blue untuk membangunkan nya. Namun, sang adik tidak bangun dari mimpi indah nya itu.

Sang kakak pun hanya tersenyum lalu mendekatkan diri nya ke telinga sang adik dan berbisik "Tetsuya" dengan nada yang lembut. Secara perlahan sang adik yang bernama Tetsuya membuka matanya dan menampilkan manik aquamarine yang indah. Melihat kakak nya yang duduk di pinggir tempat tidur, ia lantas tersenyum lalu berkata "Ohayou aniki" sambil mengucek matanya.

Sang kakak yang melihat Tetsuya sedang mengucek mata dengan rambut berantakan terlihat sangat lucu di mata nya. Ia pun langsung mencium dahi Tetsuya tanpa menjawab ucapan selamat pagi dari otouto nya.

"Aniki" ucap Tetsuya dengan muka yang memerah karena dia tiba-tiba menciumnya. Sedangkan Kakak nya hanya terkekeh pelan.

Tok...
Tok...
Tok...

"Seijuuro-sama, Tetsuya-sama. Tuan besar sedang menunggu kalian di bawah untuk sarapan" ucap butler di depan pintu kamar Tetsuya.

"Kami akan segera kesana!" balas sang kakak yang bernama Seijuuro kepada butlernya.

"Baiklah aku akan bersiap-siap dulu, aniki duluan saja nanti aku menyusul" ucap Tetsuya yang mendengar bahwa otou-san nya sedang menunggu meraka untuk sarapan.

"Aku akan tunggu"

"Ta-"

"Tidak ada penolakan Tetsuya" jawab Seijuuro dengan mutlak.

Mendengar jawaban yang mutlak dari Seijuuro, Tetsuya hanya menghela nafas "Baiklah, aku tidak akan lama" ucap nya turun dari tempat tidur dan langsung ke kamar mandi.

Tidak lama setelah itu Tetsuya keluar dengan terburu-buru dari kamar mandi. Ia telah menggunakan seragam sekolah nya SMA Rakuzan sama seperti kakak nya pakai. Tapi, kondisi rambut Tetsuya masih terlihat basah karena ia mengeringkannya secara asal di kamar mandi tadi.

"Maaf menunggu lama aniki, Ayo kita ke bawah" ucap Tetsuya yang melewati Seijuuro.

"Tunggu otouto" balas Seijuuro sambil menahan Tetsuya dengan memegang tangan nya. Tetsuya hanya menengok ke arah Seijuuro dalam arti 'ada apa?'.

"Duduk lah" lanjutnya. Saat Tetsuya membuka mulut nya untuk mengucapkan sesuatu "Cepat duduk dan ambilkan hair dryer itu, biar aniki yang mengeringkan rambutmu Tetsuya" ucap seijuuro dengan nada yang sangat mutlak. Sedangkan Tetsuya hanya diam dan menuruti perintah mutlak dari kakak nya.

"Kenapa kau mengeringkan rambut mu secara asal-asalan Tetsuya?" tanya Seijuuro sambil mengeringkan rambut adiknya dengan lembut.

"Aku tidak ingin membuat aniki dan tou-san menunggu lama" jawab Tetsuya pelan.

"Aku dan tou-san tidak akan marah hanya karena menunggumu. Kalau kau masuk angin gara-gara ini bagaimana?"

"Gomen aniki" Tetsuya makin menundukkan kepala nya.

"Sudahlah lain kali jangan seperti ini lagi"

"Hai " Tetsuya maklum dan mengerti bahwa kakak nya Seijuuro sedang mengkawatirkan dirinya. Walaupun Seijuuro suka khawatir yang berlebihan kepadanya.

"Sudah selesai" Seijuuro tersenyum melihat rambut Tetsuya yang sudah kering.

"Arigatou ani-"

Deg

Ucapan Tetsuya terhenti dan seketika mukanya memerah. Itu karena saat ia mengangkat kepalanya posisi muka seijuuro sangat dekat dengan mukanya. Sampai-sampai ia bisa merasakan hembusan nafas sang kakak.

Brother or?Where stories live. Discover now