Meski mendadak, kuingin kalian berpikir sejenak. Apakah setiap orang itu setara atau tidak.. Masyarakat tidak menganggapnya seperti itu.
Karena, diatas langit, masih ada langit. Dan di bawah tanah, masih ada tanah. begitula. Tapi hal ini masih berkelanjutan....
Kala lahir, setiap manusia pada dasarnya setara. Tapi apa yang terjadi setelah itu. Berdasarkan ada tidaknya usaha dari individu yang bersangkutan ... Maka terlihatlah hasil yang berupa kesenjangan.
Tapi yang jelas, manusia adalah makhluk yang mempunyai akal. Meski kata "setara" seolah cuma guyonan belaka, namun sebaliknya "ketidaksetaraan" punya wujud jelas.
***
Aku melihat seorang gadis berpakaian sekolah sepertiku, meminta seseorang untuk berganti tempat duduk karena si gadis itu mau menolong nenek yang berdiri di dalam bus yang mereka tumpangi untuk bertukar tempat duduk dengan seseorang tersebut. Tapi kelihatannya seseorang tersebut tidak mau bertukar tempat duduk dengan nenek tersebut. Karena tidak bisa, si gadis berbicara kepada seluruh penumpang.
"Para penumpang, apakah diantara kalian ada yang mau memberikan kursi untuk nenek ini?" tanya si gadis itu. Untuk sesaat hening, sampai kemudian seseorang yang duduk di belakangku melambaikan tangan dan berkata,"Hmm mbak silahkan," dan aku melihat gadis itu tersenyum manis dan berkata, 'Terimakasih."
Tingtung
Bus berhenti bersamaan dengan suara itu, tepat di depan sekolah baruku.
Hmm, mulai Sekarang aku akan bersekolah disini, SMA metropolitan Palembang. Sekolah yang pemerintah Indonesia dirikan, bertujuan untuk mempersiapkan masa depan generasi mudanya. Dengan persentase hampir 100% lulusannya pasti diterima baik ke universitas maupun perusahaan bergengsi, menjadikan sekolah ini sebagai penentu masa depan.
"Tunggu!!!" seseorang tiba-tiba menghentikan langkahku, "Saat di dalam bus kau memandangku, kan? Ada perlu apa?" Entah bagaimana caranya gadis itu tiba-tiba sudah berdiri di hadapanku.
"Oh, itu..." Aku menggaruk tengkukku yang tidak gatal, aku mengenalinya sebagai gadis yang tadi duduk di seberang kursiku, "Aku melihatmu sama sepertiku, sama-sama tidak ada niatan untuk memberikan kursi. Lebih baik tidak terlibat dengan hal yang begitu, 'kan?"
"Jangan samakan aku dengan dengan dirimu. Karena aku juga tidak berhak memberikan kursiku." gadis itu menjawab dengan angkuhnya.
Dalam hatiku, bukannya itu malah lebih parah?
Kemudian gadis itu melanjutkan, "Kalau tak ada urusan lain,ya sudah." Katanya sambil pergi begitu saja.
Bukannya tadi ia yang menghentikan aku? Akhirnya aku mengangkat bahu dan ikut masuk kesekolah tersebut.
***
Aku tiba di aula beberapa menit kemudian, seluruh murid sudah berkumpul dan sedang mendengarkan kata sambutan dari ketua osis.
"Perkenalkan, nama saya Ogi Simanjuntak. Kepada kalian para murid baru sekolah ini, yang kelak akan menjadi kebanggaan sekolah ini baik dalam akademik maupun olahraga, kemampuan kalian akan di uji di sekolah ini. Untuk kebanggaan sekolah kita ini, saya harap para murid baru akan meneruskan prestasi yang telah ditorehkan oleh para murid sebelumnya."
Sambil mendegar argumen ketua osis, aku melihat di sampingku ada gadis yang tadi menghadangku di gerbang depan. Ternyata dia adalah teman sekelasku.
Setelah selesai sambutan ketua osis, kami dibagi dalam beberapa kelas. Ternyata kelasku adalah kelas 1 D.
VOCÊ ESTÁ LENDO
The Secret School
Mistério / Suspensehmm. disini aku menceritakan rahasia sekolah terbesar. berawal aku masuk sma, dimana semua fasilitas, kantin,mall, tempat karoke, videogame, semuanya yang mau di beli menggunakan poin dari sekolah tersebut.awal pemberian point tersebut 10 juta poin...
