1 [Pertemuan]

125 27 13
                                        


Langit yang cerah digantikan oleh awan yang hitam. Perlahan-lahan, hujan pun jatuh mengguyur permukaan. Seoarang gadis berlari ke arah halte di pinggir jalan untuk berteduh agar tidak terkena guyuran dari sang hujan. Gadis itu melirik kearah jam tangan yang dipakainya. Sesekali ia menggesekkan kedua telapak tanganya agar mengurangi rasa dingin yang menusuk. Suara gemuruh pepohonan terdengar akibat tiupan angin.

Gadis itu mengambil handphone yang berada di dalam ransel yang dipakai,

"Halo,"

"Halo, Bel. Kamu dimana? Kok belum pulang?"

"Aduh, Mah. Bella kejebak hujan, jadi neduh dulu,"

"Oh yaudah, hati-hati ya."

Gadis ini bernama Abriella Raoliv

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Gadis ini bernama Abriella Raoliv. Mempunyai banyak novel adalah kegemarannya. Setiap hari pasti ia luangkan waktu untuk membaca novel. Saat ini, ia duduk di kelas sebelas. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri jika kelas duabelas nanti ia tidak akan membaca novel dan harus fokus belajar. Semoga saja ia tidak melanggar janjinya.

Abriella terkejut ketika seseoang duduk di sebelahnya dan otomatis ia pun menoleh pada orang tersebut. Dilihatnya sesosok pria yang kira-kira umurnya tidak jauh darinya ataukah sama? entahlah. Pria itu memakai jaket denim, celana jeans, dan sepatu ketsnya.

"Kenapa? kok Merhatiin nya sampai kayak gitu banget sih?" Abriella sangat malu pada dirinya sendiri karena orang yang tengah ia perhatikan menyadari  jika dirinya sedang diperhatikan.

"E- engga." Ucap Abriella dengan canggung.

Duh, muka mau ditaro dimana Bel?

Suasana sangat sunyi. Ya kalian pasti tahu jika kalian tengah berdua menunggu hujan di halte dengan orang tidak kalian kenal. Abriella sudah mulai merasa kedinginan, sedari tadi ia selalu megusap-usap tangannya.

"Lo kedinginan?" Suara itu berasal dari samping Abriella.

"Enggak kok." Jawab Abriella berbohong.

Sebenarnya, Abriella mau bilang 'iya' tetapi rasa gengsinya itu terlalu tinggi.

"Gak usah bohong, gue tau kok kalau lo lagi kedinginan." Ucap pria yang di samping Abriella.

Kemudian, pria itu menyodorkan hoodie yang ia ambil di dalam tasnya kepada Abriella, "Pake nih,"

Dengan ragu tapi pasti, Abriella menerima tawaran untuk memakai hoodie itu.

Aduh, jadi takut sama nih cowok, jangan-jangan dia mau nyulik. PikirAbriella yang tidak-tidak.

"Kok lo gitu sih mikirnya? gue gak bakalan nyulik lo kali. Pede banget." Ucap pria itu.

"Lo bisa baca pikiran?" Tanya Abriella dengan muka terkejut. Sedangkan pria yang di sampingnya hanya tersenyum sinis dan membuat Abriella semakin dilanda perasaan cemas dan takut.

"Gak usah takut juga kali Bel."

Bel?

What?

Kok dia bisa tau?!?!

Kemudian Abriella lari terbirit-birit menerobos hujan demi menghindar pria aneh itu. Ia tidak sadar jika ia masih menggunakan hoodie milik pria itu.

13 Januari 2018

Destiny Stories to obsess over. Discover now