prologue

43 7 11
                                        

🍍🍍🍍

   Emily sudah berdiri tepat didepan gerbang SMA N 54, jari-jemarinya terus mengetikkan sesuatu dilayar hp kemudian langsung mengirimnya.

   “Ck,” Emily mendecak membaca balasan dari temannya itu.

Emily : cepetan keluar woi
Emily : elah lama bener
Emily : anjing malu ini gue diliatin org-org

Inaranti K. : sabaran ly
Inaranti K. : lagi piket ini, ntar diamuk seksi kebersihan.
Inaranti K. : galak abisnya

Emily : gue lagi gabisa sabar!
Emily : lelet bgt

   Pesan terakhirnya kepada Ranti hanya berujung read. Emily pun melirik kesana kemari untuk menghilangkan bosan, siapa tau ada cogan, batinnya.

   Kemudian, matanya terhenti pada laki-laki yang berdiri didepan pohon besar dengan teman-temannya yang duduk. Dibawah pohon besar itu terdapat warung kecil, ia yakin bahwa itu seperti basecamp.

    "Anjir, ketauan gue."

   Emily langsung membuang wajahnya karena kepergok sedang memerhatikan lelaki itu.

   "Kenapa lo?" sebuah tangan menepuk bahu Emily yang mampu membuatnya terjungkal kaget.

   Emily mendengus menyimpan rasa malu karena kini menjadi perhatian orang-orang, "ngagetin aja sih, ran."

   Ranti hanya menyengir kuda, "udah yuk, cuskan saja!"

   Tangan Emily ditarik Ranti menuju parkiran motor SMA N 54. Namun, fikirannya ditarik oleh lelaki yang berdiri didepan pohon itu. Manis juga, fikir Emily. Senyum Emily tak bisa ditahan lagi, senyum itu mengembang kala terbayangkan lelaki itu tertawa dengan temannya.

🍍🍍🍍

HAHAHAwoi
aku gatau ini cerita apa:-( tapi yaudah liat ntar aja lah ya! Stay terus, ya :p

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 13, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

hand in handWhere stories live. Discover now