part 13

9.3K 521 5
                                    

Nia-

Mama,  ammar,  sari,  aku dan mas zaki berada diruang makan, canda, tawa,  cerita penuh kehangatan dikeluarga mas zaki.
Tentu saja mama merasa bahagia, dirumah sebesar ini hanya ada mas zaki itupun mas zaki lebih banyak ditempat dinas dan diapartemen nya sendiri,  sedangkan mbak zaskia kakak pertama dari mas zaki menetap diluar negeri bersama suaminya, mbak zaskia pulang ke indonesia hanya saat lebaran saja.

Setelah makan ammar kembali kekamar barunya bersama sari.
Sedangkan aku memilih untuk duduk sendiri disebuah gazebo dibelakang rumah mas zaki.

" ehm.. " suara batuk pura-pura dari mas zaki.

" mas... "

" lagi ngelamunin aku ya? "

" ih.. Ge er banget si ?"

" nia.. Lusa aku berangkat kejakarta "

" oya.. Ada apa kesana? "

" ngambil berkas barang bukti "

" sendirian? "

" gak.. Aku berdua sama ajudan ku "

" oh... " aku manggut-manggut

" mas... Terimakasih atas semuanya "

" terimakasih untuk apa sayang? "

" terimakasih karena aku dan ammar sudah diterima dikeluarga ini, mama begitu baik dan sayang pada ammar "

" mama itu... Memang sayang sekali pada ammar,  dulu pernikahan ku dengan almarhum. Istriku mama sangat menginginkan cucu,  tapi sayang allah lebih menyayangi almarhumah istriku,  2 bulan setelah pernikahan kami, alm.  Istri ku sakit "

" sakit apa mas...? "

" memang sebelum menikah dia mengidap penyakit leukimia stadium 3, sudah kedokter,  ke alternatif tapi dia tidak mau kemoterapi, akhirnya kondisinya drop dan meninggal "

Aku terdiam mendengar cerita mas zaki tentang alm.  Istrinya.

" Salma itu... Wanita yang penyayang,  penurut,  sabar dia pasti sudah bahagia disurga karena sudah tidak merasakan sakit lagi. "

Mas zaki memandangku dalam.

" nia... Alm. Istriku pasti bahagia melihat aku yang sekarang,  setelah salma meninggalkan aku, aku terpuruk,  aku lebih banyak murung,  hidupku ya begitu aja... Hanya dinas.. Dinas... Dan dinas karena ingin menyibukkan diri, sekarang ada kamu dan ammar, entah kenapa semenjak bertemu denganmu pertama kali saat itu aku jatuh cinta "

" mas.. Mas gak lagi gombal kan? "

Senyumku...

" nia.. Mas lagi serius malah kamu bercanda " gerutu mas zaki

Aku tersenyum...

" mas... Awalnya aku memang ragu menerima kamu, ya tentu saja karena masa-masa dulu adalah masa terberat dihidup ku mas, menikah karena dijodohkan, sebenarnya aku tidak masalah di jodohkan ,hanya saja Aku belum tau sifat dan tabiatnya, bahkan aku belum tau wajah calon suamiku saat itu... Dia bernama rendi. Hidup satu rumah dengannya tapi kami berdua beda kamar, setiap pagi dan setiap hari aku melakukan sebagaimana mestinya seorang istri. Tiba-tiba nadia datang,  nadia yang saat itu masih berstatus pacar mas rendi tidak tau kalau mas rendi sudah menikah denganku,bahkan awalnya aku mengaku sebagai sepupu mas rendi, mereka berdua bermesraan di depanku,  jalan-jalan berdua, dan aku hanya diam saja. terlihat bodoh memang... Sampai saatnya nadia tau bahwa aku adalah istri mas rendi, bukannya dia menjauh tapi malah mau jadi istri kedua. Disela-sela hubungan kami bertiga yang rumit, diam-diam mas rendi mencintaiku dan memutuskan untuk tetap memilih aku dan meninggalkan nadia.
Aku sangat bahagia...
Mas kenal Danu kah? "

" Danu? Apa hubungannya dengan danun?"

"  danu itu teman saat aku masih dibangku sekolah... Ternyata selama dibandung nadia diam-diam berpacaran dengan danu sampai nadia hamil dan digugurkan,  karena nadia tidak ingin putus dari mas rendi, mas rendi mengetahui hubungan gelapnya dengan danu... Mas rendi kecelakaan sepulang Dari rumah Nadia yang tujuannya ingin membatalkan rencana pernikahannya. Mas rendi koma... Selama koma aku yang merawatnya,  mengajaknya bicara,  dari situlah saat sadar mas rendi tau kalo aku juga mencintainya,  setelah terbangun dari koma aku dan mas rendi membangun rumah tangga dari nol, dan nadia pun menikah dengan Danu .

kami bahagia... Sampai ammar lahir.
Disitu petaka itu datang... Nadia meminta cerai dari danu, karena merasa tidak pernah bahagia,  mereka bercerai dan nadia mencoba bunuh diri... Saat nadia koma orang tua nadia meminta mas rendi untuk menikahinya dengan alasan menyelamatkan nyawa nadia, agar nadia mempunyai semangat hidup lagi. "

" jadi mereka berdua menikah tanpa sepengetahuan mu? "

" iya.. Mas rendi menikah tanpa sepengetahuanku, tak ada yang memberitahuku sekalipun danu, kebohongan demi kebohongan mas rendi lakukan terhadapku, dia bilang dalam 1 bulan dia akan pergi kejakarta karena ada proyek di sana, semua bohong!!!  Terbongkarlah pernikahan mereka, aku mengajukan cerai tapi mas rendi tak pernah mau berpisah dengan ku, tapi nadia akan menjadi duri dalam rumah tangga ku dan mas rendi,  bagaimana tidak menjadi duri, dia meminta syarat jika mas rendi memilihku nadia mau mas rendi memberikan anak, setelah itu ia akan pergi jauh... Tapi jika mas rendi tidak mau menceraikan ku,  nadia tidak akan pernah melepaskan mas rendi..."

" lalu kenapa rendi tidak memberikan anak saja,  agar nadia pergi jauh "

" mas rendi tidak mau melakukan itu mas... Alasannya dengan menikahi nadia saja dia sudah berkhianat kepadaku,  apalagi dia harus tidur dengan nadia sampai mempunyai anak. Sekuat tenaga aku berusaha bertahan, tapi aku tak mampu.... Aku menyerah....aku berfikir, jika aku hidup berdua saja dengan ammar aku akan bahagia. Mas.. 
aku mohon kepadamu bantu aku untuk tetap berjalan bersamamu, bantu aku agar bisa percaya kembali sepenuhnya kepada laki-laki calon suamiku,  yaitu kamu mas..."

" nia... Aku menyayangimu... Tidak akan aku menyakitimu,  tidak akan pernah aku menduakan mu "

Tak terasa aku meneteskan air mata... Menceritakan kegagalanku kepada mas zaki membuat ku ingat akan luka yang mas rendi berikan kepadaku.

" bu... " suara ammar terdengar dibalik pintu.

" ehh ammar.. Ada apa sayang "

" ammar ngantuk... "

" yaudah kita pulang ya sayang... "

" ammar mau bobok sini "

" loh kok bobo sini... Kita pulang aja ya, besok kita kesini lagi "

" biar aja nia... Biar ammar disini sama mama "

" tapi mah... "

" sudah... Biar aja ammar disini,  besok biar zaki yang antar sekalian zaki berangkat dinas "

" iya sayang.. Biar ammar disini ya "

" ammar mau disini?"

" mau.. Ammar mau bobok sama uti "

" oke... Ditemani mbak sari juga ya sayang"

" ma... Nia pamit pulang ya,  maaf ammar jadi merepotkan mama "

" ehh... Jangan begitu,  ammar itu cucu mama, tidak ada yang direpotkan, mama malah senang ammar disini biar mama ada teman "

Mama mengelus tanganku.

" yaudah zaki,  antar nia ya... "

***

Nia...Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang