Chapter 22

608 100 20
                                        

Sekarang Jimin sama Yoongi udah ada di salah satu taman yang ada di tengah-tengah kota Seoul.

Cuacanya agak dingin, dan bikin Jimin genggam tangan Yoongi, terus ditiup yang berhasil bikin muka Yoongi merah.

"Nungguin siapa sih kak?"

"Tungguin aja, palingan bentar lagi dateng"

Ga lama ada suara ngos-ngosan.

"Yoon!"

"Bangsat" ucap Jimin dalam hati

"Maaf ya aku telat, Yoon" ucap Jooheon sambil ngusak rambut Yoongi.

"Iya gapapa kok. Oh ya, ada sesuatu yang mau aku omongin" ucap Yoongi sambil nunduk, terus gigit bibirnya

"Apa itu?" Tanya Jooheon sambil narik dagu Yoongi biar natap dia.

"Maaf banget, tapi aku rasa kita udahan aja. Jujur, aku udah ada rasa sama orang lain dan aku gamau bohongin kamu terus" ucap Yoongi sambil natap mata Jooheon.

"Oh, gapapa kok Yoon. Sebenernya aku juga mau mutusin kamu. Aku disuruh papa pindah soalnya papa mau aku kuliah disana. Jadi sambil adaptasi aku disuruh pindah lebih dulu"

"Oh, gitu ya"

"Yoon, aku boleh minta sesuatu?"

"Apa?"

Jooheon langsung narik tangan Yoongi, nahan tengkuknya, dan magut bibir Yoongi. Dan Yoongi ngerasa pipinya basah.

Yap, Jooheon nangis.

TBC

Sebenernya aku niat publish chapter ini dari lusa kemaren, tapi ternyata kuotaku mampus. Jadilah aku baru publish sekarang :)

Adakah yang menanti mereka putus?
Selamat, keinginan kalian terpenuhi :v
-Black01rose-

Cinta MonyetWhere stories live. Discover now