17 januari 2016
Dear Diary.
Pagi ini aku melihatnya di sudut kelas, ia sedang menulis dengan secarik kertas di tangannya.
Aku tahu dia sedang menulis balasan surat untuk pacarnya atau sahabat perempuannya yang juga satu kelas dengan ku.
Aku tahu ini bodoh.
Tapi aku tak bisa berhenti , ada sesuatu dalam dirinya yang merubah semua retorika ku tentang dunia.
Ah , guru bahasa indonesia ku datang.
Dah
Sang Hellius.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Diary
RomanceKetika sang hellius bernafas , semua membara. Ketika sang hellius bahagia , semua tertawa. Namun saat sang helius bertemu sang selenic, ia hanya bisa mengikuti takdir. Dear diary, tulisnya.
