"Gimana? " tanya Aneth pada anak gadisnya.
"apanya ma? "tanya Agnes balik, sambil duduk menonton acara TV kesukaanya.
"kamu bahagia nggak, tinggal sama Papa? "ujarnya, sambil berjalan ke arah Agnes yang sedang duduk di sofa putih rumahnya.
Agnes terlihat berfikir.
"bahagia" ucapnya datar.
"huh! Kamu kenapa sih nggak mau tinggal sama Mama? " tanya Aneth lagi.
"nggak pa-pa kok! "
"ck, kamu emang dari dulu nggak pernah berubah, keras kepala kamu itu emang nggak ada obatnya! " tutur Aneth sambil mengelus perut ratanya.
Agnes melirik apa yang dielus Aneth.
"udah berapa bulan Ma? "tanyanya masih dengan wajah datar.
"2, Mama pengen dia laki-laki "ujarnya sambil tersenyum hangat.
Iya aku tau. Itu yang menyebabkan Mama dan Papa cerai. Batin Agnes.
"Papa Deri mana Ma? " tanyanya mengalihkan topik pembicaraan.
Aneth sadar apa yang dilakukan putrinya. Ia tersenyum.
Lalu Aneth melirik jam dinding menunjukan pukul 16.45.
"mungkin jam 7 malam nanti pulang dari kantor "
"kamu mau pulang yah, sayang? "tanyanya pada Agnes yang sedang fokus menatapnya.
Agnes mengangguk.
Aneth tau setiap kali putrinya bertanya dimana Ayah tirinya, pasti tanda bahwa putrinya itu akan pulang kerumah.
Agnes menyiapkan tas sekolahnya yang sedari tadi tergeletak di lantai bawa sofa, lalu memakai sepatunya yang berada diluar rumah.
Karna Agnes tau, Aneth sangat benci dengan kotor, barbanding terbalik dengan dirinya, yang tidak perduli keadaan sekitar.
Saat mereka sudah sampai diluar.
"aku pulang Ma? Jaga kesehatan Mama! " ujarnya sambil tersenyum tipis.
Aneth mengangguk.
"kamu pulang sama siapa? "tanya Aneth, khawatir akan sesuatu yang akan terjadi pada putri semata wayangnya.
"tuh "
Agnes menunjuk keluar pagar rumah Aneth. Terlihat seorang laki-laki barjambul sedang menduduki motor Ninja hijaunya sambil melambaikan tangan ke arah Aneth dan Agnes.
Aneth membalas lambaian tangan itu.
"Kian? "tanya nya.
Agnes mengangguk.
"iya, seperti biasa Ma! "
"aku pulang Ma? Mama nggak mau nitip sesuatu sama Papa? " tanyanya sambil mencium punggung tangan Aneth.
"nggak, sayang "
Lagi pula kalo ada, aku juga nggak bakal nyampein ke Papa. Batinya geli sendiri.
"itu Kian nggak diajak masuk dulu "lanjutnya.
"jangan Ma! "cegah Agnes cepat.
Takut dia ngomong macem-macem tentang aku disekolah. Lanjut batinya.
"udah ya, Ma! Bye! " katanya sambil berlari.
"bye, sayang! "
Saat sudah sampai disamping motor sahabatnya, Agnes menoleh lagi memandang Aneth, sang Mama sudah masuk ke dalam rumahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fallen
Fiksi RemajaTeen Fiction-Romance-mistery. Aku tak tau, dulu aku rasa aku hanya sebatas kehilangan keluarga, tapi, siapa yang tau? aku tidak kehilangan keluarga, karna memang dari awal aku tak punya KELUARGA! Itu semua terungkap saat aku menginjak usia 17 tahu...
