Sebuah kisah seorang gadis. Dia....sangat special. Ada sebuah rahasia yang ditutupinya dari teman-temannya. Oh... Dia juga punya hubungan dekat dengan salah satu member EXO. Siapakah dia?
"Entah apa yang kuimpikan sehingga aku bisa disini " tutu...
"Apaan... Awas aja kalo nggak penting, ganggu keheningan aja lo" sahut Safira.
"Dengerin dulu.... Pasti lo semua bakal kaget. "
"Ehem.... Ehm... "Syeandra membenahi suaranya yang serak.
"Cepetan Dra... Lama banget sih lo"tutur gadis putih langsat itu.
"Do you know.... EXO.......... Mau ke jakarta euy... "Ucap Syeandra yang membuat seisi ruangan ini geger (minus me), ya kali gue harus teriak-teriak kaya mereka.
"Daebak When Syeandra... When... " Ucap Miss Paparazi kelas ini, siapa lagi kalo bukan Treazy.
"Mmmmm...... Mmmm... " Gumam Syeandra
"Ppali Syeandra. Eh.. Web nya apaan gue mau booking ah.... Nanti malah kehabisan tiket." Safira langsung mencari Mobile Phone nya di tas pink miliknya. 'Oh ya gue juga harus booking nih... Kelas VVIPkan terbatas' ucapku dalam hati.
"Hey Syeandra lu tau khan besok bukan RED DATE ya.... Lu kesana mau dianter siapa ha? Mr.Pajimin ya kali, lu mau kejadian tahun lalu ke ulang? Lu mau push up 100 kali setiap pagi dalam seminggu. Kalo lu mau yaudah, gua sih ogah" jelas Hantrea-ketua kelas gue. Yang diajak bicara cemberut sambil memikirkan 1001 rencananya agar bisa menyambut biasnya di bandara esok. Yakali Syeandra putus asa, kalo dia pengen ya... Harus diturutin HARUS.
Btw, red date itu bisa dikatakan hari hari paling terlarang buat kita yang jabatannya sebagai anak asrama buat pergi keluar dari wilayah asrama. Jika ada seseorang yang melanggar bukan elak lagi jika dia harus mendapatkan hukuman yang sangat berat.
"Oi.... Mrs.Kenzy datang oi... Balik-balik... "Teriak Renata dari pintu. Nggak ada 1 menit makhluk yang ada di kelas ini, yang semula mengumpul merapat seperti semut yang menemukan makanannya, kembali ke bangkunya masing-masing.
Pulang sekolah
"Guys... Gimana nih.. Nasip gua. Gua kehabisan akal buat nyambut bias besok, kasih saran kek... " ujar Syeandra kembali membahas masalah tadi. Gue gak heran lagi melihat tingkah laku manja Syeandra. Mungkin karna ia terlahir dengan sendok emas di tangan kanannya dan berlian di tangan kirinya. Hah, alay banget ya..., intinya Syeandra hidup dengan kata iay di setiap permintaan yang ia inginkan.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Apaan sih kamu Syeandra, kamu mau dihukum kaya kemaren. Udahlah mungkin belum saatnya kamu nyambut oppa-oppamu itu" saran Mikki, temen karib gue dari kecil, sekaligus temen sekamar gue.
"Arrgh.... Entah lah gua setres mikirin kaya gini, gue cabut dulu" Syeandra mempercepat langkahnya meninggalkan gue dan Mikki.
"Ehh...Ndra kamu jadi ikut ke toko buku nggak? "Teriakku sebelum Syeandra benar-benar pergi. Kemaren sebelum kita-kita mendengar berita ini kita ada janji untuk berburu novel Bersama, tapi mungkin Syeandra akan melewatinya LAGI, iya lagi, dia sudah sering membatalkankan janji , yang dia buat SENDIRI.
"Nggak"Sahutnya dari jarak 10 meter dari kami. Syeandra.... Syeandra, pengen banget sih lo nyambut oppa-oppa lo.
"Oi.. Kamu ngapain ngelamun? "Senggol Mikki menyadarkanku. Huft... gue juga greget sama ni anak, gak peka banget. "Oooh.... Mikki tau, pasti Fasyla kangen sama oppanya Fasyla ne? Tenang tinggal satu langkah lagi kok"lanjutnya. Aku hanya mengangguk pelan.
Tiba-tiba Mikki berhenti, dua menatap mataku seraya berkata "Fasyla Gabriella, seberapa besar kamu kangen sama Xiumin oppa? "
"Ssut.. Lo tuh ya, dikondisikan dong, ini tuh tempat umum, kalo ada yang denger gimana" Gue mendekap mulut Mikki dengan tangan gue dan melihat arah kanan dan kiri berharap tidak ada seorangpun yang mendengarnya, nih anak emang sukanya ceplas ceplos nggak tau tempat, bikin gemes untung ni jalan sepi kalo ada orang yang denger bisa brabe.
"Lah emang kenapa? Kamu khan bukan pacarnya atau apalah itu. Jadi kamu gak usah takut ada sasaeng" komentar Mikki.
"Iya Mikki gue tau. Tapi.... gimana ya, arrgh... susah pokoknya kalo dijelasin. Mending kita buruan masuk ke toko buku. Ayo gih " ajakku dengan mengamit tangan Mikki dan melangkahkan kaki menuju toko buku langgananku ini.