Seorang lelaki bertubuh tinggi menemukan sebuah buku agenda berwarna biru muda di meja perpustakaan paling ujung, tempatnya bila sedang ingin menyendiri. Ia membuka halaman pertama buku itu dan tertulis nama pemiliknya dengan huruf kapital.
GRACELLA ANGELINE
Sebenarnya ia bisa memberikan buku itu pada pengurus perpustakaan namun ia malah menyimpannya. Tetapi sebelum memasukkannya ke dalam ransel ia membuka halaman kedua buku agenda itu. Isinya sebuah foto berisikan dua orang gadis dan dua orang lelaki. Entah mereka berpasangan atau tidak, ia tak peduli. Namun matanya tak lepas dari seorang gadis yang berambut coklat kemerahan dengan senyum yang menurutnya indah dan polos.
"Cantik.."
=====
"Kenapa sih harus pake hilang segala? Duh, kenapa aku selalu bermasalah dengan yang namanya ingatan," seru seorang gadis yang nampak kebingungan. Ia kemudian mengikat rambutnya ala ponytail seadanya.
"Aku perhatikan daritadi kau mondar mandir deh. Ada apaan sih, Grace?" tanya Marlynn -sahabatnya yang baru saja selesai kelas. Ia menghampiri Gracella -atau biasa dipanggil Grace oleh orang sekitarnya- yang meminta ditemani di kantin kampus.
"Help me, Lynn. Buku agendaku hilang, mana lusa ada kuis lagi terus tugas kelompak, jadwal kuliah dan semua hal penting ada di agenda," ucapnya dramatis. Lynn memutar bola matanya, jengah.
"Kau sudah mencari di tempat mana saja yang kau datangi sebelumnya?" tanya Lynn yang dijawab dengan anggukan kepala Grace.
"Duh gimana dong ya? Kau ceroboh banget sih," sahut Lynn sebal. Grace mengerucutkan bibir mungilnya.
"Lynn, udah ditungguin tuh. Ayo buruan!" Tiba-tiba seseorang datang dan langsung menarik tangannya. "Aku pinjem Marlynn dulu ya, ada tugas kelompok nih," ucapnya meminta ijin Grace.
"Hah? Eh... em, yaudah gih," ucap Grace tergagap. Ia tak mungkin memonopoli Marlynn mengingat ada tugas lain yang sedang menunggu sahabatnya itu.
"Gak bisa diundur dulu gitu? Aku mau bantuin Grace dulu," bantah Lynn yang langsung mendapat pelototan dari temannya itu.
Mau tak mau, Lynn menurutinya juga daripada nanti dia dikeluarkan dari kelompok dan tidak mendapat nilai. Ia lalu melambaikan tangannya pada Grace yang hanya tersenyum sekilas.
"Sekarang gimana dong? Mana Stella masih di Sidney. Aku coba nyari lagi deh," gumamnya lalu kembali ke perpustakaan.
=====
Dua jam sudah Grace mencari agendanya namun hasilnya nihil. Dengan wajah masam dan penuh keringat ia berjalan keluar kampus. Hari ini dia benar-benar sial. Tadi pagi ia terlambat masuk kelas Pak Hadi -Dosen paling disiplin- karena ban mobilnya meletus. Lalu Monica entah dengan sengaja atau tidak menumpahkan minuman di kemeja kesayangannya tapi untungnya ia membawa baju ganti. Belum sampai disitu, ia ketiduran di perpustakaan hingga lupa janji temu dengan dosen pembimbing yang membuatnya terburu-buru pergi dan malah kehilangan buku agendanya.
Ia berjalan menuju halte bus yang tak jauh dari kampus. Ketika merogoh tas selendangnya ia kembali terkejut. Ia tak menemukan dompetnya disana.
"Oke, sekarang kesialan apalagi yang bakal aku terima?!" geramnya penuh kekesalan. Bertepatan dengan itu, hujan turun dengan lebatnya.
"Oh gosh!" teriaknya, frustasi. Untungnya di halte bus hanya ada dia. Ia mengambil ponselnya dan menekan speed dial 3, telpon rumah.
"Halo Julia, tolong bilang pada Jhon untuk menjemputku ya," ucap Grace lemas. Ia sudah benar-benar lelah hari ini.
"....."
"Hah? Pergi sama Aldric? Memang Aldric gak nyetir sendiri?" protes Grace sebal.
"Halo... Halo Julia," panggil Grace namun orang disebrang sana tak menjawab juga. Ternyata ponselnya mati.
YOU ARE READING
Guardian Of Angel
RomanceGracella Angeline, gadis cantik dan lugu yang menjadi mahasiswi kesayangan kampus. Selain wajahnya yang cantik, ia juga pintar dan baik hati. Sayangnya ia terjerat dengan dua orang lelaki yang saling bermusuhan. Nicolas, si 'dingin' yang selalu jute...
