1. Awal Baru

67 10 2
                                        

Seorang siswi memasuki kawasan sekolah yang sudah cukup ramai mengingat tepat 10 menit lagi upacara akan dimulai. Langkahnya berhenti ketika sudah berada di koridor kelas lantai bawah, ditatapnya seorang siswa yang sekarang sedang dijewer oleh salah satu guru.

Seketika siswi itu terkekeh kecil, dilihat lagi siswa yang dijewer itu. Ternyata siswa itu tidak menggunakan atribut sekolah, siswi itu masih terkekeh sambil menggeleng kepalanya.

"Upacara bakalan mulai 4 menit lagi. Dan lo masih ketawa ketawa gak jelas disini. Mau dihukum lo?" Ujar seseorang sehingga membuat siswi itu terkejut.
Kemudian siswi itu menoleh ke sumber suara, ditatapnya

cowok yang menegurnya itu.

"Sorry, tapi gue anak baru disini. Lagi mau cari ruang TU" ujar siswi itu.
Cowok itu menautkan alisnya, kemudian beralih melihat name tag siswi itu.
Cahaya Emily

Cowok itu berdeham sebentar, lalu melihat siswi itu.
"Oke, Cahaya. Ikut gue" ujarnya.
Cahaya yang menatapnya terheran heran, tanpa basa basi lagi Cahaya mengikuti langkah cowok itu.

"Eh, btw nama lo siapa?" tanya Cahaya pada cowok itu. Namun yang ditanya malah diam saja dan terus berjalan.
Cahaya hanya mendengus kemudian berjalan menunduk karena kesal dengan cowok itu.

"Aduhh" jerit Cahaya sambil mengusap kepalanya yang terkena benturan. Dan ternyata dia menabrak punggung cowok itu.
"Lo kalo jalan harus nunduk apa?" ujar cowok itu. Cahaya menatapnya dengan masam.
"Yaa lo juga berhenti gak bilang bilang" bela Cahaya.

"Ini ruang TU" kata cowok itu kemudian berjalan pergi menuju lapangan.
"Huhh, dasar cowok seenak aja sama kaum hawa" ujar Cahaya lalu masuk ke dalam ruang TU untuk mengurus berkas kepindahan sekolahnya.

~~~~~~

Suasana saat upacara SMA Angkasa berjalan dengan lancar meskipun ada beberapa siswi yang pingsan.
Dan sudah menjadi tugas seluruh anggota PMR untuk membantu mereka.

"Rega... Di barisan kelas X ada yang pingsan. Si buntel itu, berat banget. Semua gak bisa gendong, kurang orang buat gendong nih." ujar seorang siswi yang merupakan anggota PMR juga.

Cowok yang dipanggil Rega itu kemudian berjalan diikuti siswi itu kearah barisan kelas X. Sesampainya di barisan tanpa menunggu lama, Rega dan anggota PMR lainnya membopong siswi yang pingsan itu ke UKS.

Memang benar, jika hanya 3 orang yang membopongnya sangat susah. Siswi ini mempunyai bobot yang lebih sehingga sulit untuk dibopong. Saat sudah di UKS, mereka langsung membaringkan korban pingsan itu.

"Thanks Ga udah bantuin" ujar Vanya - anggota PMR juga sambil tersenyum.
Cowok itu hanya membalas dengan anggukan kepala.
"Bayu, setelah upacara selesai. Tugas lo catet nama siswa/i yang pingsan sama yang sakit saat upacara. Buat data PMR ya" ucap Rega kepada cowok yang dipanggilnya Bayu

Bayu selaku sekretaris dalam PMR menganggukan kepalanya tanda mengerti.
"Oke sip" kata Bayu.
"Yaudah, ini kalian urus dulu. Gue cabut" pamit Rega sembari keluar dari UKS

"Yaampun. Nya, lo ngapain senyam senyum sendiri" ujar Fifi yang heran melihat Vanya senyum senyum.
"Ehh, gak kok. Gue gak senyum ih" balas Vanya mengelak.
Tak salah jika cewek itu senyum senyum sendiri, pasalnya dia sangat senang bertemu dengan orang yang dikaguminya-Rega.

"Huhh, bohong" ujar Fifi menatap Vanya.
"Biarin, bo.do wlekk" ledek Vanya kemudian tertawa.
Tak dirasa kegiatan upacara telah usai.
Seluruh guru maupun murid langsung menuju kelas untuk memulai KBM.

~~~~~~

Ini hari pertama ku masuk sekolah baru, dan yaa alasannya bakalan kalian tau nanti.
Yang pastinya aku ingin di sekolah baru ku ini hidupku lebih baik dan tenang. Setidaknya berikan aku warna dalam hidupku yang abu abu ini.

MiracleDonde viven las historias. Descúbrelo ahora