Tut tut tut ... Taehyung menutup handphone dengan kesal. "Awas kau Jungkook! Aku telfon tidak aktif, sms-pun tidak dibalas!" umpatnya kesal sambil terus berjalan dikoridor kantornya. Direktur big hit entertainment. ini terlihat menggerutu, namun, sesekali karyawan menyapanya dan ia menyempatkan tersenyum. Saat langkahnya terhenti di ujung koridor yang terlihat sepi, dia terdiam sejenak.
"Aku ingin menjamah seseorang." Gumamnya sambil menghela nafas.
Tidak Tahan
Suara klakson dari setiap mobil menggema di lampu merah ini. Teriknya matahari, membuat taehyung yang juga terjebak dalam kemacetan dengan mobil flat berwarna biru dongkernya-pun menghujat macam-macam kata sama seperti pengemudi lainnya.
"Cih!Brengsek!Sial!" umpatnya kesal. Kim satu ini memang terlihat elegan, casual, berwibawa, eksotik, dan bla bla bla, tapi sayangnya, sifat pribadinya yang tidak tertahankan!
Taehyung ternyata suka mengumpat, pemarah, ingin menang sendiri, emosional, berotak mesum, dan pemaksa! Namun, taehyung harus menutup sifat ini rapat-rapat agar tidak mengganggu karir bisnisnya.
Akhirnya ia menyerah. Percuma mengumpat jika hanya melelahkan dirinya saja. Tapi dibalik jendela hitam mobil itu, seorang taehyung disana punya kekesalan lain rupanya, selain terjebak dalam kemacetan. Taehyung menunduk dan menatap pada sesuatu yang menggembung dibalik celana formalnya dan dengan lembut mengelus-elusnya penuh rasa iba.
"Kasihan sekali kau, kau harus segera dipertemukan dengan lubang yang nyaman." Gumamnya, lalu tatapannya terarah kembali kedepan kaca mobil, menatap mobil-mobil lain yang mulai maju perlahan dan diapun mengikuti. Bulir keringat turun dari pelipisnya lagi dan lagi. "Panasnya, rasanya ingin sekali meneguk cairan putih yang sangat kental ... apa aku akan mendapatkan itu secepatnya?" Ucapnya sesekali menyentuh bibirnya disertai air keringat yang mulai turun teratur. *iyw, taetae perpet bangets XD*
🍆
Ia tinggal disebuah apartment Yang sangat mewah. Tempat dimana taehyung dan kakaknya tinggal. Mereka sengaja tinggal di apartement itu karena nyaman dan bebas masuk keluar apartement .
Ckiiiiiiiit.
Taehyung memutar mobilnya dengan cepat sehingga menabrak pot bunga disampin garasi. Seorang pria berambut merah yang tengah ada ditamanpun langsung menghampiri Taehyung sambil membawa-bawa gunting rumput yang baru saja tadi ia pekerjakan. Taehyung turun dari mobil dengan wajah yang amat kesal, kucel dan kusut.
"Selamat siang tuan." Sapa pria berambut merah yang wajahnya terlihat kotor karena sedang bercocok tanam tadi dan membersihkan halaman tadi.
Sang tuan rumah tidak menjawab lalu pergi sambil melonggarkan dasinya dan menenteng tas kotak hitam.
"Biar aku yang membawa tas tuan."
"Tidak usah. Tanganmu kotor Hoseok, bereskan saja pecahan pot tanaman itu." Tunjuk Taehyung ringan pada bongkahan pot tanaman itu lalu menghembuskan nafas -lagi-sebelum berjalan masuk.
Melihat wajah yang kulitnya termakan terik matahari itu, taehyung semakin jengah dengan nasibnya hari ini. Hoseok adalah pembantu yang sudah menetap 2 tahun di apartement . Meski Taehyung selalu kasar padanya, entah kenapa si Hoseok itu mau bersabar menghadapi semua ini. Kim seokjin memang bisa hidup mandiri dan mengatur barang-barangnya sendiri, kebalikan dari Taehyung yang pemalas dan tak mau mengurus peralatannya sendiri. Makanya ia menerima lamaran kerja Hoseok. Hoseok juga hidup sebatang kara, sehingga ia mengabdi dirumah itu sebagai 'pembantu' dengan gaji yang minim, karena kekikiran dari taehyung.
Taehyung masuk kedalam rumah, tak berapa langkah saat ia ingin menuju sofa hijau untuk menghilangkan penatnya yang kelewat 'aneh' tadi, ia hampir menyenggol sebuah ember dengan kain lap disisinya.
YOU ARE READING
ILY HOSEOKI👉👌Yaoi
FanfictionHOSEOK BOTTOM (With Maknae line & Sope) IND Rating : M Genre. : Yaoi, Oneshot, BL, Boyxboy ▪Vhope ▪Junghope ▪Minhope ▪Yoonseok ▪(Namjin)▪pengganti Warn : YAOI -rate M
