Awal

14 4 0
                                        

"Dylan? Kalo aku akan pergi ninggalin kamu.. Apa yang akan kamu lakuin?" tanya Zara dengan nada sendu.

"Kalo kamu ninggalin aku. Aku akan menggenggam tangan kamu dan aku gak akan lepasin tangan kamu untuk selamanya. Jika memang kenyataannya tak seperti pemikiranku aku akan selalu berada di dekat kamu. Walaupun dunia kita berbeda" terang Dylan dengan nada lembut.

Sementara itu..

"Anjir, Dylaaann yang beb akuhh, please jangan tinggalin Zara. Dia itu orangnya baik Dylan. Please jaga dia Dylann... "  teriak Lora dengan nada gemas

"Heh Lora!, lo gila ya!. Teriak teriak gak jelas banget!" rontak Della.

"Ini nih! Gue lagi gak terima sama ni kelakuan Dylan. Masak ya dikode kayak gitu masih aja gak peka!!. Mana Zara gak mau jujur lagi! Ishh..." tak terima Lora.

"Dasar kebesaran baper. Untung lo temen gue!. Kalo nggak gue udah mutilasi lo dari dulu!" sahut Della sambil tersenyum.

"Untung aja my baby gue gak kayak Dylan yang gak peka banget!"

"Heh! lo sadar gak sih? Mending Dylan dari pada my baby lo itu!. Kalo memang my baby lo itu PEKA. Udah dari dulu dia nerima lo. Bukan kayak gini yang masih digantungin aja kayak jemuran basah!" bilang Della dengan nada agak menekan.

"Ishh.. Apaan sih!. Bodo ah gue mau ke kantin dulu."

Sepanjang koridor Lora bersenandung ria. Saat dirinya hendak belok ke arah kantin Lora tak sengaja bertemu dengan Cley. Siapa lagi kalau bukan Cley Dakslight yang sangat pintar, baik dan satu lagi badboy di sekolah Smk Elang. Namun bukan hanya itu Cley juga sangat dikenal dengan kenakalannya yang terkadang di luar batas.

"Ehh.. Ada Cley ganteng. Cley ganteng udah makan belum?" tanya Lora dengan nada menggoda.

Tak heran jika Lora mendekati Cley. Karena semua siswa bahkan guru pun tahu kalo Lora menyukai Cley.

"Lo lagi lo lagi! Kenapa sih hidup gue selalu aja ketemu sama lo?! Apa ga ada yang lain gitu yang menarik?!"protes Cley pada dirinya sendiri.

"Wahh.. Berarti kita jodoh Cley!. Lagian aku juga gak kalah menarik sama semua cewek cewek di dunia ini." balas Lona dengan nada senang dan percaya diri.

"Gila kali ya lo!. Lo bisa gak sih, gak ganggu gue satu jam aja?!." tanya Cley.

"Ya ampun Cley!. Jangankan satu jam!. Satu detik aja gak bicara sama Cley udah gak tahan. Ibarat Lena tuh udah mati suri tau nggak!" cibir Lora.

"Hem. Bener juga ya lo. Ih knapa gue jadi bela elo!. Ih bodo ah, gue mau pergi dulu! Pusing gue bicara sama lo lama lama!" hindar Cley.

"Ih! Gak peka banget sih. Yaudah lah! Buat apa juga bicara sama hati batu!." ucap Lena lalu pergi meninggalkan Cley.

Cley tidak menghiraukan perkataan Lora. Menurutnya Lena itu adalah gadis menyebalkan yang pernah Cley temui!.

"Hekh hem! Main tinggal aja bang!"

Cley sangat tahu itu suara siapa. Siapa lagi kalau bukan Johan dan disamping johan terdapat sahabat sahabatnya, yaitu Hildan, Septian, Farrel, Gio dan Komet.

"Sejak kapan lo berdiri di situ?" tanya Cley.

"Sejak lo debut sama si princess idaman satu sekolah" terang Johan.

"Anjier! Dasar penguping!"

"Siapa suruh lo debut cinta di muka umum pake acara suara kaya tikus kejepit, keras pula!" ejek Komet.

"Anjier. Masa sih?" tanya Cley.

"Ga nyadar mas? Noh dibelakang gue banyak kerumunan yang liatin lo dari tadi sampek sampek gue nerobos buat penuhin hasrat kepo gue!. Ehh tau taunya lo lagi, nyesel gue udah sesak napas bela belai tebas tuh kerumunan." cerca Komet yang dibalas dengan anggukan oleh teman temannya.

"Gilakk malu gue! Udah ah gue cabut! Nih nyali pede gue udah menciut! Bay!" bilang Cley sambil berjalan meninggalkan teman temannya.

"Woy main tinggal aja! Gue ngikutt!" teriak Gio sambil menyusul Cley dan diikuti dengan gerombolannya.

Uneg" Author!
*makasi ya yang udah baca. Aku harap cerita ini akan jadi kesukaan kalian:)
Kalau mau lanjut jangan lupa sama comment yah:').

Sampai jumpa✋

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 02, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

DominoWhere stories live. Discover now