"BENA, gue bosen sama hubungan kita. Gimana kalo kita break aja dulu?"
Ga ada angin, ga ada hujan, tiba-tiba aja Alrenㅡyang notabene adalah pacar Bena tertanda sejak tiga bulan yang lalu, meminta untuk break. Terang saja gadis berambut sebahu tersebut melotot terkejut. Namun sesaat kemudian, ia mendesah. "Silakan, Ren. Sesuka lo," jawabnya malas.
Alren tersenyum manis kepada Bena. "Sampai ketemu bulan depan!" teriaknya sembari melenggang pergi.
Sayup-sayup terdengar bisikan yang kian meluas di antara bangku para siswi kelas XI IPA 4. Entah apa yang mereka bicarakan, namun tentu saja topik yang mereka bicarakan tak jauh dari apa yang baru saja mereka lihat; seorang siswa populer baru saja memutuskan untuk break dengan pacarnya. Dan topik ini tentu tidak akan mati di kelas XI IPA 4 saja, sudah pasti akan menjadi headnews paling hot minggu ini.
"Jadi... lo setuju gitu aja?" Melin, teman dekat Bena menghentikan lamunan Bena yang telah pergi entah ke mana.
"Udahlah, Mel. Ga usah dibicarain dulu, bisa?"
-To be Continue-
YOU ARE READING
Break
Teen Fiction"Bena, gue bosen sama hubungan kita. Gimana kalo kita break aja dulu?" Ga ada angin, ga ada hujan tiba-tiba Alren ngajak Bena break. Lantas apa yang akan terjadi selanjutnya?
