"Aku suka kamu"
Itulah yang dikatakannya setiap hari.
Setelah pertunjukan, saat aku kembali ke dalam kandang ku, dia selalu mengikuti ku hanya untuk mengatakan itu.
Dan jawaban ku masih tetap sama setiap dia menyatakan perasaannya.
"Hahaha... terimakasih ya. Ku tunggu kamu besok lagi ya"
Lalu dia akan pergi dengan senyuman di wajahnya.
Suatu hari setelah selesai aksi ku, aku bertanya kepada gadis itu.
"Kamu sangat suka sirkus ya? Sampai setiap hari mau datang kesini, padahal pertunjukannya sama saja."
Tetapi jawabannya masih sama seperti biasa.
"Ya masa cuman gara-gara ada aku kamu bela-belain buat datang kesini."
Dia terdiam, seperti tidak tahu mau menjawab apa, kemungkin karena tidak bisa memakai alasan yang sama.
".....besok siang di atas bukit, pakai topeng badutmu."
Aku terkejut mendengar jawaban yang tidak biasanya darinya, tetapi dia sudah lari duluan sebelum aku bisa bertanya lebih dengannya.
Gadis aneh, batin ku.
*
"Tak kusangka kamu beneran datang..."
Aku berbalik badan mendengar suara yang familiar itu.
"Janji harus ditepati, bukan? Jadi, kenapa kamu menyuruh ku kesini?"
Tetapi dia memberikan jawaban yang sama seperti biasa setelah pertunjukan malam.
"Kamu memang gadis yang aneh. Kalau kamu menyuruh ku untuk kesini hanya untuk bilang itu, aku balik aja ya."
Aku berbalik badan lalu menuruni bukit kecil itu, tapi tiba-tiba ada sesuatu yang menarik kemeja bajuku.
".... Aku mau jalan-jalan"
Jawab gadis itu dengan nada manyun.
Aku lalu turun untuk menyamakan pandangan kita.
"Kenapa ngak sama keluargamu saja?"
Tanyaku sambil mencoba menaikkan kepalanya.
".... aku cuman mau sama kamu."
"Tapi-"
Aku baru saja mau bilang sesuatu, tapi gadis itu langsung memotong pembicaraanku.
"Aku cuman mau sama kamu!"
Sip dah, ni anak memang gila, batin ku, terkejut mendengar responnya.
"Y-ya sudah, ku temanin ya. Tapi sampe sore aja ya, nanti bapak sirkus marah loh."
Mendengar respon ku, gadis itu langsung melompat kesenangan. Dia lalu menarik ku turun dari bukit memasuki desa.
Lalu kita jalan-jalan sekitar desa itu. Ya meskipun kecil, tetapi banyak yang bisa ditemukan disini. Kita mengelilingi rumah-rumah dan toko-toko milik penduduk, memutari balai kota, jalan-jalan ke pasar desa, dan menghabiskan waktu kita menikmati suasana ramai desa saat itu. Saking menikmatinya, kita sampe hampir lupa kalau itu sudah sore.
