Makan Siang

3.9K 286 18
                                        

Disclaimer Naruto milik Masashi Kishimoto

Rate : T

Pairing : SasuNaru

Genre : Romance, humor, family, etc.

Warning : OOC, typo, yaoi, m-preg, dll

Terinspirasi dari fic punya Kak @HotaruBlUee. Maaf Kak Hota, ceritanya mungkin mirip, soalnya idenya muncul setelah membaca fic buatan kakak.
.
.
.
Mama! Papa! Aku sayang kalian!
.

.
.
Happy Reading~
.
.
.

"Aduh, Mama kok lama jemput ya?"

Seorang anak bermanik sapphire cemerlang tampak sedang duduk di sebuah ayunan yang terdapat di dekat sekolahnya berada. Sesekali ia menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan untuk memeriksa apakah orang yang sudah melahirkannya ke dunia ini sudah datang menjemputnya atau belum.

"Hufft, perutku lapar," ucapnya sambil menepuk-nepuk perut kecilnya.

"Hei, bocah!"

Si anak menoleh ke arah si pemanggil, dan melayangkan tatapan datar begitu mengetahui siapa orang itu.

"Kau lagi," ucapnya sambil mengerlingkan matanya. Orang tadi balas menatap datar anak tidak sopan yang bagaikan cuplikan dirinya itu.

"Kenapa, heh? Kau tidak senang? Kalau begitu aku pergi dan tunggulah mamamu datang menjemputmu malam nanti, bocah!" Si pria berbalik dan melangkah pergi. Manik sapphire si anak membulat. Jika orang ini pergi ia pulang dengan siapa?!

"MAMA! PAPA MENINGGALKAN ANAK TAMPANNYA DI SEKOLAH! PAPA TIDAK MENYAYANGIKU LAGI!" teriaknya entah pada siapa.

Pria tadi meringis saat telinganya menangkap teriakan membahana dari buah hatinya itu. Ia berbalik lagi dan mulai melangkah ke arah anaknya yang nyaris mewek.

"Ck, kemana sifat kurang ajarmu tadi, heh?!" gumamnya sambil berdiri menjulang di depan anaknya yang sedang mengusap air matanya.

"Hiks, aku tidak kurang ajar, Papa. Papa saja yang terlalu menyebalkan," ucapnya dengan wajah polos tak berdosa.

Pria dengan name tag 'Uchiha Sasuke' itu mendengus. Ia melipat tangannya di dada lalu memandang intens ke arah manik si anak yang berbeda dengannya.

"Sudah salah tapi tidak mau disalahkan. Kau dapat darimana sifat seperti itu, Menma? Kalau mamamu dengar, papa yakin mamamu akan langsung pingsan,"

"Jangan! Jangan beritahu mama!" ucap Menma dengan mata bulat besar yang melotot. Ia menyodorkan kedua tangannya kepada sang ayah -minta digendong.

"Ugh, umurmu nyaris 6 tahun tapi kau masih minta digendong, dasar manja!" ucap Sasuke sambil menggendong Menma. Tangannya yang bebas ia gunakan untuk membawa tas anak semata wayangnya.

"Papa! Aku lapar!" teriak bocah kecil itu. Ia menepuk-nepuk perut kecilnya. Sasuke melirik sekilas. Setelah itu ia mendengus.

"Jadi?" tanya nya sambil berjalan ke arah parkiran.

"Traktir aku makan!"

Mama! Papa! Aku sayang kalian! Stories to obsess over. Discover now