Wushhhhh~
Angin membelai rambut seorang gadis yang keluar dari dalam mobil yang sudah terparkir di sekolah SMA Altamevia, kawasan Jakarta Selatan.
"Ini sekolah baruku ya, Pah?" Tanyanya kepada seorang Pria yang dapat diperkirakan umur 40 tahun.
"Iya sayang, ini adalah sekolah barumu di jakarta, ayo kita masuk" Jawabnya hangat dan langsung merangkul putrinya itu.
Tatapan demi tatapan yang diterima oleh gadis itupun begitu merisihkan saat melewati kelas demi kelas untuk sampai di ruangan kepala sekolah.
"Kenapa tatapan mereka begitu sinis?" Tanya gadis itu dalam hati saat menuju ruangan kepsek.
"Nah sayang, ini ruangan kepala sekolahnya" ujar Pria itu yang ternyata adalah Papahnya.
"Kenapa Papah bisa hapal dengan lingkungan sekolah ini?" Tanya gadis itu heran.
"Kepala sekolah disini adalah sahabat Papah, dan beliaulah yang merokemendasikan sekolah yang bagus untukmu ini di Jakarta" Jelasnya.
"Oalah, kalau begitu masuk yuk, tatapan temen - temen baru Sherin sinis banget tuh. Sherin takut, Pah" Pinta Sherin pada Papahnya sambil mengedarkan pandangan ke sekitarnya.
Pria dan Gadis itupun langsung memasuki ruangan kepala sekolah lalu memperbincangkan masalah kepindahannya itu.
Setelah menghabiskan beberapa waktu untuk berbincang, akhirnya Sherin mendapatkan kelasnya.
Tak lupa sebelum meninggalkan ruangan kepsek, Sherin berterima kasih kepada Kepala sekolahnya yang ramah itu dan berpamitan pada Papahnya.
"Pah, sherin pamit mau ke kelas dulu ya" pamitnya.
"Sekolah yang bener yaa, awas loh kalau pacaran mulu" jawabnya diselingin oleh tawa kecil ketiganya.
"Tenang Ham, kalau anakmu ini bandel pacaran aku langsung hubungi kamu" cibir Pak Kepsek yang sukses membuat tawa pecah seketika.
Tiba - tiba, seorang penyusup memasuki ruangan Pak Kepsek. Eh bukan penyusup kalau ganteng gitu mah wkwk
"Permisi pak, Bapak di minta Pak Sultan untuk menghampirinya di Ruang Osis segera bersama dengan guru yang lainnya" ucapnya sopan yang ternyata ia adalah ketua osis.
"Walah, baik saya akan segera kesana. Dan maaf, Ham. Aku sepertinya harus buru - buru kesana, next time kita ngobrol lagi ya" Ucap Pak Kepsek terburu - buru sambil merapihkan berkasnya.
"Baik Bram, saya juga harus pergi ke kantor, udah telat ini" jeda "sayang Papah pergi dulu ya" sambil melirik gadisnya itu.
Akhirnya Papah Sherin meninggalkan Sherin terlebih dahulu sebelumnya dan diselingi dengan Pak Kepsek.
Namun langkah Pak Kepsek terhenti untuk mengucapkan..
"Sherin, maaf saya tidak bisa mengantar kamu mencari kelas, sebaiknya minta antar saja pada Zaki. Zaki, saya minta tolong padamu untuk mengantar Sherin mencari kelasnya di X Mipa 1" terang Pak Kepsek dan berlalu.
Belum sempat Sherin dan Zaki menjawabnya, Pak Kepsek sudah meninggalkannya terlebih dulu.
🍑
"Yo gue anter, kelas mana lo?"
Ajak Zaki dengan suara beratnya.
"Songong banget sih ni orang" Balas Sherin pelan sambil mendengus kesal.
"Apa lo bilang? Gue songong?" Jawab Zaki nge gas sekaligus tegas.
"Eh ngga, anterin saya ya ke kelas X Mipa 1" Jawab Sherin celingukan.
"Kelasnya ada disebelah kelas gua, dan kayanya lo murid baru di sekolah ini ya" jawabnya sambil meninggalkan Sherin di Ruang kepsek terlebih dahulu dan Sherin lari menyusulnya.
"Eh tunggu! Anterin saya, bukannya tinggalin saya!" teriak Sherin sambil mengejar Zaki.
"Sini lo ikutin aja kemana arah gue berjalan" ucap Zaki, namun pandangannya tetap terfokus kedepan.
"Jangan cepet - cepet dong jalannya, santai aja" omel Sherin.
Setelah mereka melangkah meninggalkan ruangan Pa Kepsek, tatapan sinis pun diterima lagi oleh Sherin, dan cukup membuatnya jengkel.
"Ngapain sih mereka pada liatin?" Tanya Sherin kesal.
"Mereka iri karna lo bisa jalan sama gue" Celetuk Zaki santai.
"Dih ko kamu pede banget sih, so ke cakepan lagi" balas Sherin dan yang berakhir membuat Zaki kesal.
"Gue denger apa yang lo ucap" jawab Zaki tegas.
Zaki pun membalikan badannya dan
Menatap Sherin. Keadaan pun semakin menjadi - jadi, Zaki dan Sherin kini menjadi pusat perhatian.
Jarak antara mereka sangattt dekat, hingga membuat suara detak jantung Sherin terdengar oleh Zaki.
"S s s a a y a a m i n t a m a a f" ucap Sherin terbata.
"Huahahahahahahaa" Tawa Zaki panjang.
Sherin hanya menunduk, takut.
"Lo takut ya sama gue? Sampe detak jantung lo kedenger gitu" Ucap Zaki menahan tawanya melihat wajah Sherin yang lucu.
Sherin hanya terdiam.
"Eh lo kenapa?" Tanya sekali lagi Zaki pada Sherin.
Saat menghampiri wajah Sherin, Zaki sangat terkejut, ternyata Sherin sedang nangis dibuatnya.
"Lo nangis?" Ucap Zaki pelan dan lembut.
Sherin pun mulai angkat bicara.
"Galak banget sih! Harusnya ketos itu buat contoh yang baik! Bukan malah membuat suasana hari pertama saya disini menjadi badmood gara gara kamu! " Ucap Sherin berlalu meninggalkan Zaki.
Zaki hanya mematung mendengarkan celotehan Sherin.
![Our Feelings [SEDANG REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/127869130-64-k559459.jpg)