Cuek tapi Sayang

354 2 4
                                        

Lisa cewek kelas 2 SMA ini memang cantik. Tapi sayang dia terlalu cuek dengan cowok. Padahal banyak cowok yang ngejar-ngejar dia disekolah. "Gue sebenarnya suka sama Lisa, uda cantik, pintar, anak cheers (cheerleaders) lagi" kata salah satu cowok disekolahnya yang bernama Dio. Tapi karena Lisa menolak cowok yang menembaknya jadi Dio takut deh nembak Lisa.

"Lis, kenapa sih loe tolak semua cowok yang nembak loe, mereka kan gak jelek-jelek amat" tanya Caca, sahabatnya. "Ca, gue gak lihat cowok dari gantengnya, lagian gue uda punya gebetan kok" jawab Lisa. "Apa? cowok disekolah ini gak?" tanya Caca penasaran. "Iya" jawab Lisa. "Siapa sih, kasih tau dong". Tiba-tiba Dea, kapten cheers disekolah itu datang. "Lis, yuk latihan, kak Fia uda datang tuh". "Yuk De, gue latihan dulu ya Ca" kata Lisa. "Oke deh" kata Caca.

Keesokan harinya Caca sakit, jadi Lisa keluar kelas sendiri saat istirahat sekolah. Dengan tekat yang kuat Dio memberanikan diri untuk mendekati Lisa. Cewek cuek yang sejak lama dikaguminya. "Lis, loe mau kemana?" tanya Dio. "Kantin" jawab Lisa dengan cuek. "Boleh bareng gak?" tanya Dio. "Yaudah" jawab Lisa.

Sampai dikantin bermacam-macam omongan orang melihat mereka makan berdua terutama cowok-cowok disitu, tapi Lisa tidak memperdulikan mereka. Tiba-tiba Dio memberikan surat ketangan Lisa. "Apaan nih?" tanya Lisa dengan bingung. Bel masuk pun berbunyi. "Bacanya dirumah aja ya" tegas Dio.

Sesampainya dirumah, Lisa langsung membaca surat dari Dio. "Aku sayang sama kamu. Kamu mau kan jadi pacar aku? Balas ya" dalam hati Lisa berkata "kenapa gak bilang ke aku secara langsung? gak gentlement banget sih". Karena biasanya cowok-cowok nyatain cintanya secara langsung ke Lisa. Belum pernah tuh main surat-suratan kayak gini. Lisa pun mengabaikan surat dari Dio karena ia sedang sibuk mempersiapkan undangan untuk pesta ulang tahunnya beberapa hari lagi.

Besoknya Lisa dan Caca membagi undangan ke teman-temannya. Tidak semua orang disekolah itu di undangnya. Ia hanya mengundang teman sekelas, teman cheers dan anggota Osis. Itu berarti Dio diundang karena Dio salah satu anggota Osis.

Pada saat Lisa membagikan undangan ke Dio. Dio berkata "Surat dari aku uda dibaca belum? tanya Dio. "Udah kok" jawab Lisa dengan cuek. "Terus jawabannya apa?" tanya Dio lagi. "Hmm.. Aku fikir-fikir dulu ya" jawab Lisa sambil pergi. "Okey, aku tunggu sampai kapan pun" teriak Dio.

Tibalah tanggal 25 Mei yaitu hari Ulang Tahunnya Lisa. "HBD ya Lis" kata Dea. "HBD dek" kata Fia pelatih cheers mereka. "Ini ada hadiah dari kami" kata teman-teman cheersnya. "Wah, gede banget bungkusnya, isinya apaan nih?" tanya Lisa. "Ada deh, rahasia dong" seru Dea.

HP Lisa tiba-tiba bergetar. Panggilan masuk dari Caca. "Hallo ca, loe dimana sih? Kok lama banget?" tanya Lisa. "Lis, sorry, ini gue lagi di rumah sakit" jawab Caca dengan nada sedih. "Siapa yang sakit Ca?" tanya Lisa. "Dio kecelakaan Lis, Dio kecelakaan saat mau ke acara party loe. Keadaannya kritis, seluruh tubuhnya berdarah, besar kemungkinan ia akan meninggal". Seketika itu Lisa pingsan.

Keesokan harinya Lisa pun sadar. Caca yang dari semalam menginap di rumah Lisa memberitahu bahwa Dio tidak tertolong. Lalu Lisa pun bercerita kepada Caca "Ca, sebenarnya gebetan gue itu adalah Dio dan dia juga uda pernah nyatain cintanya ke gue melalui surat ini tapi gue belum sempat balas suratnya. Gue nyesal ca, Gue nyesal" kata Lisa sambil menangis. "Udah lah Lis, ini semua takdir Tuhan. Dari pada loe sedih, mending kita ke makam Dio" kata Caca.

Sesampainya disana Lisa meletakkan surat di atas makam Dio yang tertulis "Aku juga sayang sama kamu. Maafkan aku karena kamu menunggu terlalu lama jawaban dariku. Semoga kamu tenang di alam sana" sambil menitikkan air mata Lisa pun pulang bersama Caca.

Selesai~

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 15, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Cuek Tapi SayangStories to obsess over. Discover now