Seorang gadis cantik yang baru saja terbangun dari tidurnya akibat mendengar dering telepon, ia pun segera mengambil benda pipih itu dan menjawab panggilan tersebut tanpa melihat siapa peneleponnya.
"Selamat pagi, Dira!!" Sapa seorang gadis. "Jangan lupa hari ini temenin gue ketemu seseorang," sambungnya dengan semangat.
"Iya, bawel banget sih lo," jawab Dira ketus karena sahabatnya yang satu ini sudah mengatakan hal tersebut beberapa kali. "Siapa sih orang yang mau lo temuin?"
"Ada deh, gue udah lama banget gak ketemu dia," jawab Risa Selvia Anandia sahabat Dira satu-satunya di kota metropolitan ini. "Pokoknya lo sekarang mandi dan dandan yang cantik, jam 1 gue jemput, okey? Bye!" Sambungnya lalu mematikan panggilan sebelum Dira sempat meresponnya.
"Hm," gumam Dira sambil menatap layar ponselnya. "Eh, sekarang jam 12?" Tanyanya kaget sendiri. Kemudian, Dira menyimpan ponsel di meja belajarnya dan bergegas ke kamar mandi.
Setengah jam berlalu, kini Dira sibuk memikirkan baju yang akan ia pakai, "Kenapa gue pusing-pusing milih baju? Padahalkan gue cuman nganter doang," gumamnya.
Akhirnya Dira memilih kaos hitam polos yang dipadukan dengan celana jeans hitam dan tak lupa memakai jaket jeans biru muda kesayangannya.
"Selesai," ucap Dira sambil tersenyum menatap pantulan wajahnya dicermin setelah menambahkan sedikit make-up yang terkesan natural.
Dira pun mengambil benda pipih yang sebelumnya ia letakkan di atas meja belajar. Baru saja ia memegangnya, panggilan masuk sudah muncul di layar ponselnya.
"Ra, gue di depan apartment lo, buruan turun!" Ucap Risa saat baru saja Dira mengangkat panggilan tersebut.
"Iya, bentar ini gue turun," balas Dira lalu ia akhiri panggilan tersebut. "Eh, tas gue dimana ya?" Tanyanya bingung sendiri. "Oh, itu," serunya lagi.
Dira segera keluar dari apartment dan berlarian agar segera sampai. Entah apa yang dipikirkannya sampai-sampai ia harus berlarian. Setelah sampai di parkiran apartment, Dira melihat seorang perempuan cantik sedang melambaikan tangan di depan sebuah mobil berwarna putih, ya orang itu adalah Risa.
Dira menghampiri sahabatnya yang kini terus menebar senyuman yang membuat Risa semakin terlihat cantik, apalagi hari ini ia mengenakan dress selutut berwarna merah membuat ia terlihat manis dan anggun.
"Senyum mulu lo, ketemu siapa sih?" Tanya Dira karena masih penasaran siapa yang akan mereka temui.
Alih-alih menjawab pertanyaan Dira, Risa terkekeh, "Sebentar lagi pertanyaan lo kejawab kok," jawabnya yang sama sekali bukan jawaban yang Dira inginkan. "Yuk, buruan naik!" Sambungnya yang hanya dibalas anggukan oleh Dira.
"Eh, Ra," panggil Risa yang seketika membuat Dira menengok. "Lo gak ada niatan buat punya pacar gitu?" Tanyanya.
"Gak," jawab Dira singkat yang kini bergantian membuat Risa menengok.
"Mau sampe kapan lo jomblo mulu? Umur lo udah 21 tahun," tanya Risa lagi.
"Gak akan pacaran, nanti aja langsung nikah," jawab Dira yang membuat Risa menengok kaget.
"Serius lo? Emang udah punya calonnya?" Tanya Risa yang dibalas anggukan. "Siapa?" Sambungnya.
"Banyak," jawab Dira yang membuat Risa menggelengkan kepala karena Risa tahu kalau sahabatnya yang satu ini selalu bercanda kalau membahas tentang jodoh.
YOU ARE READING
ENDLESS
Teen Fiction"Apa maksud dari semua ini? Kenapa aku harus bertemu lagi dengannya? Apakah ini kesempatan aku untuk bisa bersamanya? Apakah dia memang jodohku sehingga aku dan dia dipertemukan lagi? Atau setelah pertemuan ini akan ada lagi perpisahan?"
