Di sebuah kelas yang sunyi dan hening ketika pagi hari menunjukkan keceriaannya bersama burung-burung yang bernyanyi dan sang surya yang selalu tersenyum menyambut dunia yang bercahaya. Langkah kaki terhenti akan hendak meletakkan tas selempang ke atas meja. Seorang cewek manis yang mengenakan jilbab putih melongok sebentar ke arah pandangannya ke depan. Padahal tangannya akan bergerak meletakkan tas selempangnya ke atas meja namun niat itu batal karena ia menyadari pandangan seorang cowok yang berkacamata sedang duduk menatap ke arahnya. Si cewek spontan memerah mukanya karena cowok itu selalu menatapnya dengan tatapan yang lembut. Setiap kali cewek itu datang pagi-pagi sekali pasti cowok itu yang pertama kali ada di dalam kelas yang sunyi ini. Entah apa arti tatapannya? Yang jelas cewek itu tak pernah berbicara lebih dekat dengan cowok yang terkenal sangat alim di kelasnya.
Cewek itu bernama lengkap Sarah Hanifah. Ia cewek yang pendiam, pintar, alim dan baik hati. Ia termasuk cewek yang sangat takut kalau berhadapan dengan cowok. Lalu ia tidak terlalu suka bergaul sehingga teman-temannya menganggap dia tidak terlalu menarik. Cewek yang biasa-biasa saja. Dia anak seorang Ustad dan hidup dalam keluarga yang dididik dengan ajaran agama Islam yang kuat. Karena itulah Sarah sangat berhati-hati bila berhadapan dengan seorang cowok.
Lalu cowok yang menatapnya itu bernama Riski Ar Rasyid. Cowok yang pintar, suka memakai kacamata, supel, alim, ramah dan baik hati. Kulitnya putih bersih. Di balik kacamatanya itu terdapat kedua mata yang sayu sehingga siapa saja yang menatapnya akan merasa terpesona akan keindahan kedua matanya. Ia seorang cowok yang gampang tersenyum karena itu di mana-mana ia mempunyai banyak teman dari kelas satu, kelas dua bahkan kelas tiga. Ia selalu menatap ke arah Sarah sehingga Sarah merasa aneh dengan tatapannya itu.
Sarah merasa salah tingkah bila Riski menatapnya. Ia selalu berusaha menguasai dirinya bila merasakan salah tingkah itu. Cepat-cepat ia meletakkan tas selempangnya ke atas meja. Ia buru-buru ingin keluar. Sebelum keluar, ia penasaran ingin melihat apakah Riski masih memandangnya atau tidak. Ia memalingkan wajahnya ke samping. Riski masih saja memandangnya dengan aneh dan tiba-tiba Riski melemparkan senyum manisnya. Sarah semakin memerah mukanya. Jantungnya berdebar dengan keras. Rasanya tubuhnya bergoncang. Sarah membalas senyuman Riski. Ia segera kabur ke luar kelas untuk melenyapkan perasaan yang bergejolak di dalam hatinya.
"Astagfirullah... Astagfirullah... Astagfirullah! Kata Abi, tidak baik seorang cewek muslimah menatap seorang cowok dengan lama nanti bakal terjadi zina mata. Ya Allah, maafkan hambamu ini. Astagfirullah al'azhim," seru Sarah mengucap istighfar berkali-kali sambil menutup telinganya dengan kedua tangannya saat di luar kelas.
Ia terus berjalan dan berjalan di koridor sekolah hingga menabrak seseorang. Gedubrak!!! Mereka berdua jatuh bersamaan.
"Aduh.." mereka berteriak bersamaan.
Sarah mengeluh kesakitan. Lalu ia menatap orang yang ia tabrak untuk meminta maaf.
"Maaf.."
"Aduh... Sarah, kalau jalan itu harus hati-hati dong!"
Sarah tersenyum cengengesan. Rupanya yang ia tabrak itu adalah teman sebangkunya sekaligus teman dekatnya yang bernama Ana Awwaliyah. Ana mengeluh kesakitan sambil terus berkoar-koar. Ia cewek yang berambut panjang, cerewet dan galak.
"Maaf Ana.. Sekali lagi aku minta maaf ya.. aku nggak tahu ada kamu di depan aku. Habisnya aku menutup mata sih..."
Mereka saling berdiri. Ana mengelus-elus pantatnya yang sakit. Sarah membersihkan sisa-sisa debu yang menempel di belakang rok abu-abu panjangnya.
"Iya.. aku maafin.. Ngapain sih kamu jalan sambil nutup mata segala? Memangnya ada apa? Kamu ketakutan lihat hantu ya.."
"Hantu apaan? Aku sangat berdebar-debar karena Riski menatap aku dengan aneh lagi."
YOU ARE READING
In Silence
Short StoryLagi-lagi cerita tentang persahabatan dan cinta, jika diulangi dengan seksama maka akan tahu perbedaannya. Jika kamu berada dalam pilihan sulit, manakah yang akan kamu pilih? cinta atau persahabatan? cinta selalu mengejarmu. Sahabat selalu berada di...
