Tak ... tak ... tak
Hentakan kaki tersebut terdengar nyaring dari koridor SMA Pelita.
Dengan rambut terurai panjang , seorang gadis berjalan cepat sampai tak sengaja dirinya hampir saja tersungkur jatuh namun ia dengan sigap langsung menahan bobot tubuhnya agar tidak terjatuh.
Hampir aja Batin gadis itu bersuara , ia kembali berjalan dengan tubuh tegak namun langkahnya terhenti kembali ketika mendengar teriakan dari belakangnya.
"Cella!"Suara barito itu terdengar nyaring di daun telinga gadis itu yang sontak membuat ia terkejut dan berbalik sembilan puluh derajat.
Gadis itu meyerit dahi ketika melihat kedua sahabatnya berjalan ke arahnya dengan nafas yang ter engah - engah.
"Loh...di...pang..gil...sama...Cahya"Ucap Novi dengan napas yang terengah - engah.
"Betul...itu"Ucap Okta membenarkan peryataan Novi.
"Ah elu bukannya bantuin gw ngomong malah betul-betul aja kek upin-ipin"Tukas Novi seraya monoyor kepala Okta.
"Udah-udah kok lu berdua jadi berantem sih!" lerai Cella kepada kedua sahabatnya itu "Emang ada apaansih?!"Lanjut Cella sambil berkacak pinggang dihadapan kedua sahabatnya itu.
"Masa lu lupa? Hari ini kan ada rapat osis buat ngospek anak baru besok"Ucap Novi mengingatkan
"Oh iya!" Ucap Cella sembari menepuk dahinya
Lalu dengan kecepatan the flash nya , ia berlari meninggalkan kedua sahabatnya tanpa pamit
Okta menengok ke arah Novi yang sedari tadi mengecek kuku panjangnya lalu Okta berkata "lho,kok dia lari?"Tanya Okta dengan polosnya
"Ogeb ... Ogeb"Ucap Novi menggeleng kepala lalu pergi meninggalkan Okta
"Lah dia juga pergi?"Tanya Okta sendiri dan berlalu pergi
****
TBC
Please VOMENT don't be a sider!!!
Hargai Author yang telah bersusah payah untuk nulis.
YOU ARE READING
Tomorrow
Teen Fiction"Sebuah kisah antara dua insan yang dipertemukan secara tidak biasa dan berlanjut menjadi kisah tarik ulur yang tak berujung"
