•Semua telah berakhir. Tanpa ucapan pisah. Tanpa lambaian tangan. Perjuanganku terhenti karena aku merasa tak pantas lagi berada di sisimu. Segalanya telah berakhir dan tak boleh lagi berharap terlalu jauh. Aku harap perkenalan kita tak pernah terjadi•
"Alvi!! gue perlu ngomong sama lo!" Suara teriakan yang entah dari siapa yang berhasil ngebangunin gue dari lamunan yang gak ada habisnya karena memikirkan seorang cowok yang udah gue kenal selama 3 tahun, membuat gue bangkit dari kursi dengan raut wajah kesal.
"Ngapain sih teriak-teriak?"ujar gue ketika ngeliat Farah sudah tepat berada d samping gue.Farah adalah sahabat yang udah gue kenal kurang lebih 10 tahun, dia udah tau luar dalam, baik dan buruk nya gue.segala permasalahan gue, pasti gue cerita ke dia. Gue tau sekarang pasti dia mau ngomongin soal Afkar ke gue.
"Vi, emang bener Afkar jadian ama Hanifah?"ujar farah yang natap gue serius sambil ngegenggam kedua tangan gue. Gue yang hanya bisa bungkam seribu bahasa kini hanya dapat meneteskan air mata di depan satu-satunya orang yang dapat ngertiin perasaan gue.
"Lo gak papa kan vi? Gue tau ini sulit buat lo. Mungkin sekarang saatnya lo benar-benar harus ngelepasin dia yang gak pernah ngeharapin lo jadi milik dia" ujar farah yang malah ngebuat gue makin nangis sejadi-jadinya.
"gue bisa apa Far? Afkar sudah ada dalam hidup gue selama 3 tahun, memang gak ada kepastian dalam hubungan kita. Tapi, gue udah sayang banget sama dia Far" ujar gue ngelampiasin semua keluh gue di hadapan farah.
"Iya!! Gue tau lo sayang Afkar, tapi sayang gak sampe buat lo bego kan? Dia udah nyia-nyian lo!! Sadar dong Vi!!" Bentak Farah ke gue. Mungkin perkataan Farah memang betul. Sesayang-sayangnya gue, gue gak mesti nyakitin diri gue sendiri. Mungkin sekarang saatnya gue harus move on dari Afkar.
"Far, mungkin perkataan lo memang benar. Mulai sekarang gue harus move on dari Afkar."ujar gue sambil meluk farah dan ngusap air mata gue.
Gue sayang tapi gak bego,untuk apa mengharapkan orang yang tidak mengharapkan kita.kita sudah kenal lama,tapi cuman gue yang jatuh cinta. Lo nggak karena lo nggak peka.
next?
YOU ARE READING
PEKA
Teen Fictionbisakah kau bayangkan jadi orang yang setiap hari terluka? hanya karena ia tak tahu bagaimana perasaan orang yang di cintainya. bisakah kau bayangkan jadi seseorang yang setiap hari menahan tangisnya agar terlihat baik-baik saja?kamu tak bisa.Tentu...
