Seorang pemuda nampak sangat kebingungan setelah keluar dari bus yang membawanya ke sebuah tempat asing.
Ini bukanlah kesalahan supir bus itu sendiri, tapi ini adalah kesalahannya. 'Kesalahan terbesar' adalah julukan yang ia berikan.
Ponselnya bergetar dan menunjukkan pesan masuk, pesan itu berisi:
"Apa kau sudah sampai? Jika iya tunggulah disana, aku akan menjemputmu.
From : +82107945xxxx"
Bingung karena nomor yang tidak dikenal mencoba menghubunginya.
Dia salah kirim, benarkan? Pemuda itu membatin, pasalnya dia tidak punya kenalan di kota ini, nomornya saja bahkan ia pun tidak tahu.
Lalu siapa orang tersebut? Pikirnya. Ia segera melupakan isi pesan itu dan mencoba duduk di halte bus. Dia menjelajahi ponselnya, mencari hotel ataupun penginapan terdekat. Agar ia tidak tidur dijalan.
Sebuah mobil hatchback berwarna abu perlahan mendekat ke arah halte. Pemuda itu tau akan ada sebuah mobil yang akan terparkir di depan halte, tapi dia tidak peduli.
Hingga mobil itu benar benar memarkirkan diri dan sang supir yang tak lain adalah seorang wanita yang sebaya dengan ibu pemuda tersebut.
Semula pemuda itu tidak peduli dan terus mencari penginapan hingga seorang wanita bertanya: "Apa kau Jeon Jungkook?"
Sontak hal itu membuat pemuda yang masih memegang ponsel terkejut. Namanya disebut oleh orang yang tidak dikenal.
"Ah, ya benar" jawabnya pemuda yang membenarkan bahwa namanya adalah Jeon Jungkook.
"Perkenalkan, namaku Shin Jooeun"
--
"Ryujin-ah!" teriak seorang wanita dari ambang pintu. Kemudian keluarlah seorang gadis yang diketahui bernama Ryujin.
"Ada apa ibu?"
"Pergilah ke dapur dan buatkan teh dan makanan untuk tamu kita" perintah wanita yang dipanggil ibu oleh Ryujin.
Setelah itu, Ryujin langsung bergegas ke dapur dan melakukan semua hal yang dikatakan oleh ibunya. Dia tidak banyak berbicara namun pikirannya dipenuhi oleh beragam pertanyaan.
Siapa orang itu? Siapa tamunya? Berapa lama dia akan ada di sini? Untuk apa dia ke sini? . Kira kira seperti itulah isi pikiran Ryujin. Dia terlalu malas untuk bertanya sesuatu yang mungkin tidak berguna untuknya.
Setelah semuanya selesai, Ryujin membawa nampan yang berisi berbagai macam kudapan ke ruang tamu. Ryujin lalu menaruh nampan tersebut di atas meja.
"Ryujin, perkenalkan ini Jeon Jungkook," ucap ibunya mulai memperkenalkan tamu itu. "Mulai sekarang dia akan tinggal di sini, dan mulai menempati kamar kakakmu," lanjutnya.
"Ya terus?" ucap Ryujin, dia tidak tertarik dengan orang baru yang akan menghuni kamar kakaknya.
"Kuharap kau bisa mengerti"
"Okay" kata Ryujin sambil bergegas menuju kamarnya yang terletak di lantai atas.
"Tolong maafkan anakku" ucap Nyonya Shin atas kelakuan Ryujin. Sementara Jungkook hanya tersenyum dan mengangguk.
"Kau bisa membawa barang barangmu ke kemar, aku akan menelpon ibumu" ucap Nyonya Shin lalu meninggalkan Jungkook.
Jungkook bangkit dan membawa beberapa barang bawaannya ke kamar yang akan ia tempati. Ia memasuki kamar dengan warna perpaduan antara biru dan putih.
Rapi dan bersih, juga wangi. Tidak seperti kamar dirumahnya yang sungguh berantakan.
Aku harus jaga kebersihan mulai sekarang. Batin Jungkook setelah selesai mengagumi kamar milik Shin Wonho-kakak Ryujin.
Mulai hari itu juga, Jungkook tinggal dikediaman Keluarga Shin. Keluarga Shin menyambutnya dengan hangat dan menganggapnya sebagai anak mereka sendiri.
Namun, ada satu hal yang sedikit mengganggu pikiran Jungkook. Yaitu, anak perempuan dalam keluarga tersebut. Shin Ryujin.
YOU ARE READING
Introvert ft. jungkook
Fanfiction[Masa Percobaan] Bagaimana perasaanmu jika seorang pemudia tak di kenal tiba tiba saja tinggal seatap denganmu? Risih bukan? Itu lah yang di rasakan Ryujin saat ini. Ryujin, gadis rupawan yang introvert selalu menghindar bila bertemu dengan seseora...
