Ceklek
Suara pintu yang baru aku buka membuatku segera membukanya dengan pelan.
Dengan pelan, aku masuk ke kamar ini dengan helaan nafas panjang.
Tidak terasa, sudah 5 tahun aku meninggalkan kamar kesayangnku ini
Kamar yang mempunyai segudang cerita dibaliknya.
Kamar yang tidak pernah berubah dari dulu.
Tatananya, warna catnya, dan pigura-pigura itu.
Dulu, di tempat ini adalah tempat ter-favoriteku karna hanya ditempat ini aku bisa mencurahkan semuanya dengan sepenuh hati.
Banyak kenangan yang tertinggal disini.
Kenangan senang, sedi, kecewa, benci, bahagia, semua jadi satu.
Saat aku melihat pigura-pigura itu, timbul rasa kangen dengan mereka
Mereka yang selalu menjadi moodboster ku.
"Hai? Apa kabar kalian? Gue udah lama banget ga denger kabar kalian" ucapku saat melihat pigura yang menampilkan satu kelompok yang terdiri dari 5 orang.
"Terakhir gue denger lo pindah ke Jerman ya Fi" ucapku saat melihat fotoku dengan Fia saat memakai Toga.
"Terakhir gue ketemu lo waktu lo tunangan sama si anak curut satu ini" ucapku saat melihat fotoku bersama Vero dan Leo.
"Dan, terakhir gue ketemu lo waktu lo pulang dari rumah sakit" ucapku saat melihat fotoku dengan Liam.
"Bego banget si lo, bisa bisanya makan udang, padahal tau sendiri kalo lo alergi sama tu makanan" ucapku sambil terkikik.
"Aahh gue kangen bangett sama kaliaaan" seruku sambil mengambil pigura2 itu kedalam pelukanku.
Saat kurasa cukup, aku mengembalikannya ketempat semula dan mulai melihat-lihat lagi.
Disana ada fotoku saat aku umur 5 tahun, 7 tahun, dan foto bersama keluargaku
Dan ada satu foto yang membuatku sedih.
Ku ambil pigura itu dan ku pandangi foto itu dengan rasa sedih.
Foto yang terdiri dari 2 orang laki-laki dan perempuan dengan tangan si laki-laki merangkul bahu si perempuan dan si perempuan hanya bisa menunduk dan menyembunyikan kepalanya di lekukan leher lelaki itu.
Gue kangen elo, masa, batin ku.
"Gimana kabar lo? Lo sekarang dimana? Masi di rumah yang dulu, ato udah pindah sama istri lo? Atau sekarang udah sama anak lo ya? Gue pengen liat keluarga kecil lo dan gue pengen buka lembaran baru karna selama 5 tahun ini gue belom bisa ngelupain lo Bang" ucapku dengan mata yang sudah berembun
Tapi aku langsung menahannya
Air mata ini gabole keluar lagi
Gak, gaboleh, Kuatku dalam hati.
Kuusap pigura itu dan ku kembalikan di tempat semula.
"Huuuhhhhhh" helaan napas panjang barusan aku keluarkan.
Pada saat aku menyusuri tempat ini. Lebih tepatnya kamar ini. Aku melihat ada buku catatan, dengan cover berwarna pink dan terlihat sudah lusuh.
Aku jalan menuju rak buku itu. Aku ambil buku itu, dan ku usap cover bukunya.
Aku buka buku itu, dan sampailah pada lembar pertama.
Disana ada tulisan "Hello, its my book. Welcome to my world!!"
Nama: Siska Aprilia
Kelas: XI IPA 6
Nomor: 24
Dan, tepat di pojok kanan bawah ada tulisan yang membuat aku mengingat masa lalu.
Masa lalu yang membuatku harus pergi, harus berasing di luar kota, dan yang membuatku harus berpisah dengan orang tuaku, sahabat-sahabatku, dan orang yang aku cintai.
Tulisan itu, tulisan dia, pada waktu kita masi bersama
Pada waktu kita berbahagia bersama tapi bersedih bersama dalam satu waktu.
Aku usap tulisan itu dan perasan itu kembali muncul
Perasaan yang sudah 5 tahun aku coba hilangkan dengan kesibukan. Tapi, perasaan itu kembali lagi karna tulisan itu, karna satu kalimat itu, dan karna orang itu.
Akupun tertunduk dan air mataku sudah tidak bisa aku tahan lagi mulai berjatuhan.
Aku menangis lagi
Aku melakukan hal yang sama lagi
Aku melakukan hal yang sudah sejak lama aku tidak mau melakukannya
Dan karna tulisan ini, aku melakukannya
Aku menangis di hadapan tulisan ini yang membuat lembar pertama dalam buku pink itu, terdapat bercak air mata.
Air mata yang baru aku keluarkan dan air mata 5 tahun yang lalu.
Tepat sejak kejadian lampau itu.
Kejadian yang membuatku belajar ikhlas
Kejadian yang membuatku berusaha tegar
Dan kejadian yang membuatku mandiri.
Sejenak, aku merutuki diriku sendiri, ngapain dibuka bukunya kalo belom siap?
Ngapain dibuka bukunya kalo cuma buat nangis?
Ngapain nangis Sis? Ngapain? Dia udah punya yang lain. Dia udah ngelakuin tanggung jawabnya Sis. Ngapain nangis?
Kamu sendiri kan yang dulu pernah blg "Gue suka cowo yang tanggung jawab" dia udah ngelakuin Sis
Dia udah ngelakuin itu buat kamu
Kenapa kamu nangis?
Harusnya seneng dong
Dia ngelakuin itu buat kamu
Nangisku semakin keras karna kejadian-kejadian itu terulang lagi di memori otak.
Semakin keras karna aku juga belom mengerti kenapa selama ini aku belom bisa bahagia? Dan kenapa bayang-bayang itu selalu ada?
Aku mengulang kelakuanku ini hanya karna satu kalimat
Hanya satu kalimat
Hanya satu kalimat yang sangat berpengaruh pada hatiku yang rapuh ini
Hanya karna
"Sis, im sorry, and i'll always love you" -Gara
****
Hai hai
Feelnya dapet ga? Maaf ya kalo engga dapet karna this is my first story wkwk
Aku harap kalian suka!
And dont forget to vote and comment kalo ada kesalahan dan saran. Thankyou!!
Kiss from GIAYOOO
YOU ARE READING
Time Pass
Teen Fiction"Lo baik banget" ucap Siska "Sis, jangan gitu, ini juga sakit banget buat aku" ucap Gara dengan tangan yang memegang tangan Siska "Jangan gini, gue gamau dia salah paham" ucap Siska sambil menaruh tangan Gara di meja restoran "Gue tau ini susah u...
