PROLOG

308 72 65
                                        

       Prolog

Hanna tak bisa melunturkan senyuman manis dari wajah nya. Sedari tadi pagi, Hanna diperlakukan manis oleh Hilmy, kekasihnya.
Aktivitas Hanna sekarang adalah makan coklat pemberian dari Hilmy. "Aku kasih kamu coklat ini biar kamu tau kalau gak selama nya hal yang manis itu enak. Contohnya seperti coklat ini, manis tapi bikin gendut. Sama aja kaya cinta, janji janji manis nya mampu membuat kita terbodohi, sampai buat kita kalap mata. Tapi tenang aja, aku sayang sama kamu kok"

Hanna lagi lagi tersenyum membayangkan hal itu. Tidak biasanya Hilmy bersikap sweet seperti itu. Bahkan, Hilmy masih sering lupa tanggal mensive mereka.

"Hanna, Hilmy nyuruh lo buat ke taman belakang" ujar Vanya.

Hanna mengangguk seraya berlari kecil meninggalkan kelas lalu menuju taman belakang sekolah. Disana sudah ada Hilmy yang duduk di kursi kayu yang menghadap ke arah kolam pancuran.
Segera Hanna menduduki kursi kayu itu, di sebelah Hilmy tentunya.

"Hai" Hanna tersenyum "Ada apa?"
Deguban jantung Hanna kian meledak. Senyuman nya juga masih menghiasi wajah Hanna.

Tidak, ia harus bisa menetralkan diri. Mungkin dia hanya ingin berbincang bincang, maklum akhir akhir ini Hilmy sibuk dengan turnamen Futsal.

"Kita putus"

Bagai kilat yang menyambar Hanna di siang hari, dua kata itu meluncur dan siap menancap di hati Hanna. Tubuh Hanna mendadak lemas, matanya sudah mulai memanas. "Tapi, kenapa? Bahkan tadi pagi kita masih baik baik aja. Apa kamu udah ga nyaman sama aku?" Hanna mencoba menahan isakan nya.

"Aku bosen"

"Segampang itukah kamu bilang putus, dan kamu tega ninggalin aku disini yang posisi nya lagi sayang banget sama kamu? Apalagi alasan yang kamu kasih bener bener ga masuk akal. Kamu bener bener jahat" Hanna mulai berdiri dari bangku itu. Masih menatap Hilmy dengan tangisan nya.

Tatapan mata Hilmy berlari kearah Hanna, Hilmy bisa melihat jelas, bahwa Hanna benar benar menangis. Kali ini begitu banyak air mata. Padahal, Hilmy tidak menginginkan ini terjadi.

"Hanna" panggil Hilmy dengan lembut. "Duduk lagi" perintah Hilmy.

Mau tak mau Hanna duduk lagi di bangku itu. Masih dengan keheningan yang melanda menciptapkan perasaan yang sulit dijelaskan. Hilmy menarik Hanna dalam pelukan nya, pelukan ini adalah tempat terbaik dikala Hanna sedang di gandrungi masalah.

"Maaf" ujar Hilmy.

Tidak ada jawaban dari Hanna, dia hanya diam, menangis di pelukan Hilmy. Tangan Hilmy, masih mengelus punggung Hanna.

Hilmy melepaskan pelukannya lalu dia menatap mata Hazel milik Hanna

"Aku mau kita putus"

Kedua kali nya lutut Hanna lemas.

BREAK UP
    Ikhlas kan aku jika aku bukan orang pilihan Tuhan untuk selalu     bersama mu

  ***
  Halo, ini baru prolog ya. Semoga kalian suka sama cerita baru aku. Mau curhat sedikit, cerita ini based on true story. Untuk kalian jika ada yang merasa tersindir, gapapa, karena nyindir itu hak manusia :-) Buat kalian temen temen aku yang tau masalah ini, you da real mvp guys:''''') Aku buat cerita ini ga berniat untuk menyinggung siapapun, murni dari diri aku sendiri yang saat itu termenung di toilet dan terbesit ide buat cerita tentang mantan, mashaallah:') Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya, jangan kaya mantan ngga meninggalkan apa apa, eh tau nya diputusin. Eh. Pokoknya, terimakasih buat kalian yang sudah vote. Aku sayang kamu, mumumu.

                          
             

Break UpDove le storie prendono vita. Scoprilo ora