BLACKHOLE
Seluruh ide dan cerita murni milik saya. Saya hanya meminjam nama dan karakter.
Selamat membaca
Namjin
Yoonmin
Vmin
Vhope
Warning : author does not re-edit this story. So there willbe a lot of typos.
BLACKHOLE
Ruangan rapat sore ini begitu mencengkam semua orang terdiam seakan bisu. Tidak ada dari mereka yang berani mengangkat kapala ataupun mengeluarkan sepatah kata. Sekitar setengah jam lalu rapat masih berjalan sesuai rencana sampai seorang pegawai melaporkan bahwa pembangunan gedung baru tidak sesuai dengan rencana dan menyebabkan dua pimpinan tertinggi mereka berdebat dan memarahi semua yang ada di ruangan itu.
"Sudah kukatakan biar aku yang mengurusnya ke sana." Wakil president mereka mencoba untuk memberi solusi. Namun dibalas dengan tatapan tidak menyenangkan dari sang presiden direktur.
"Kenapa tidak dari awal kau saja yang mengawasi proyek sebesar ini? Kau tau aku tidak suka ketika rencanaku tidak berjalan dengan semestinya." Sang presdir berkata tenang namun aura yang dikeluarkan membuat suasana semakin memburuk. Bahkan disetiap kata terselip kemarahan.
"Oh maafkan aku, tapi aku rasa ada kesalahan yang perlu di luruskan diantara kita berdua." Yoongi – sang wakil presdir berhenti sejenak mengusap kasar wajahnya dan memandang para pegawai yang sudah seperti patung. Helaan nafas kasar keluar begitu saja.
"Kalian pergilah, rapat ditunda sampai ada kabar selanjutnya." Para peserta rapat langsung bubar dalam hitungan detik.
"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menyuruh mereka semua pergi?" sang presdir tidak terima karena merasa kekuasaanya dilangkahi oleh sang wakil.
"Oke, Namjoon dengarkan aku. Biarkan aku pergi ke jepang untuk mengurus cabang di sana selama dua minggu dan aku akan pastikan bahwa pembangunan gedung baru itu akan berjalan sesuai dengan jadwalnya." Yoongi mencoba membujuk sepupu keras kepalanya itu.
"Tidak bisa. Kau tahu minggu depan akan diadakan rapat pemegang saham. Kau harus membantuku untuk menyelesaikan masalah di sini. Lagi pula kenapa tidak dari awal kau saja yang pergi mengawasi. Kau membuatku ingin membunuh seseorang." Rasa jengkel dan tertekan membuat Namjoon dari tadi mengumpati semua pegawai yang ada di ruangan bahkan dia sudah mengutuk seseorang.
"Astaga, seseorang tolong ingatkan padaku siapa yang memintaku untuk mengurus pemasaran di cina bulan lalu. Dan demi tuhan Namjoon tidakkah kau benar benar kelewatan." Kali ini Yoongi juga kehabisan kesabaran.
"Kau sudah biasa menghadapi rapat pemegang saham, mereka semua tunduk padamu. Apa yang kau takutkan? Dan lagi kau tidak membutuhkanku, kau butuh sekretaris." Lama lama Yoongi muak dengan sikap keras kepala Namjoon.
"Mereka tunduk padaku karena mereka tahu aku bisa mengahasilkan uang untuk mereka. Aku tidak perlu sekretaris jika kau ada di sini." Kali ini namjoon menjawab dengan sedikit tenang.
"Ya karena memang hanya aku yang tahan dengan sifat pemarah, kasar, keras kepala dan kejam yang kau miliki. Untuk kali ini aku mohon jangan buat aku kerepotan Namjoon. Kita tahu ini tidak akan mudah jika kau terus keras kepala. Berubahlah sedikit agar sekretarismu tidak harus lari terbirit-birit dan menyerahkan surat pengunduran diri karena karena tidak tahan dengan sikapmu." Sebenarnya Yoongi sudah lelah berceramah tentang sikap Namjoon, tapi Namjoon benar benar susah untuk dihadapi.
BẠN ĐANG ĐỌC
BLACKHOLE (Namjin+Vmin+Yoonmin)
FanfictionBahkan ketika kau tidak menginginkannya, ketika tidak mengakui kehadirannya, tidak mempedulikannya atau bahkan berusaha membuangnya sekalipun. Itu akan tetap hadir dan tanpa kau sadari itu sudah menjadi bagian dari hidupmu. Kim Namjoon - Kim Seokjin...
