PROLOG

123 14 6
                                        

Dalam sebuah ruangan yang nyaman untuk beristirahat, ada empat orang gadis yang tengah berbicara, keempat gadis tersebut ialah Vira, Reina, Salma, dan Tamy. Sahabat sejati yang selalu menemani dikala sedih dan senang.

"Kenapa lo bisa bertahan selama ini?" tanya Tamy gadis berbadan tinggi. "entahlah, gue pun tidak tau kenapa bisa bertahan dalam zona menyakitkan ini" jawab Vira gadis yang sedang galau sembari tiduran di kasurnya yang empuk.

"Apa yang membuat lo jatuh cinta sama dia?" tanya tanya Reina sembari duduk. "bahkan gue gak tau alasan gue mencinta dia, karena menurut gue cinta itu tanpa alasan, kalau ada alasannya berarti itu bukan cinta melainkan hanya nafsu belaka" ucap Vira.

"Apa ini yang dinamakan cinta sejati?" tanya salma gadis paling muda diantara mereka berempat. "gue belum berpengalaman dalam kisah cinta, karena ini pertamakalinya gue mersasakan yang benar-benar jatuh cinta di masa remaja dan untuk pertamakalinya pula gue merasakan patah hati terhebat." Jawab Vira dengan hati yang mendalam.

Terjadi hening diantara mereka berempat.

"Lo harus bangkit dari keterpurukan lo, lepaskan dia walaupun menyakitkan, ikhlaskan dia untuk orang lain walaupun berat, biarkan dia bahagia dengan yang lain" ucap Reina memecahkan keheningan.

Mendengar perkataan yang dilontarkan dari mulut Reina bagaikan terjun kejurang yang dibawahnya terdapat ribuan duri yang tajam menusuk hati. Seperti tak ingin melepaskannya. Mau sampai kapan hati ini melihat orang yang kita cintai bahagia dengan yang lain? bukankah hal ini malah membuat Vira semakin terpuruk?.

"Bukankah semua orang ingin memiliki orang yang mereka cintai?" tanya vira dengan tatapan kosong. "ya, memang seperti itu, makanya kita jangan terlalu cinta sama orang" ucap Tamy.

"jika kita ingin memulai dan merasakan kisah cinta maka kita harus siap pula merasakan pahitnya sakit hati dan pengkhianatan cinta" ucap Salma dengan suara penuh tekanan.

waiting for nothingWhere stories live. Discover now