1

831 65 45
                                    

Tubuh panasku menyatu dengannya. Seakan tidak ada orang yang mendegar, lenguhan bahkan rintihan manis tapi menijijikan keluar dari bibir kami. Bibirnya terbuka memperlihatkan ekspresi kenikmatan membuatku semakin menggila menatapnya. Keringat mengucur di dahinya, membasahi wajahku dan semakin membuatku memperat diriku dengannya.

"Ah, aku hampir sampai" sial, aku sudah tidak kuat

"Baby, come with me" seakan sebuah perintah aku memberikan semua pada lelaki ini.

"Ah.. Mark---

"Sudahku bilang, jangan baca smut di sekolah" Elsa sahabatku merampas handphoneku dan menaruhnya di tasnya. Ekspresinya tampak jijik melihat wajahku yang memerah.

"Dasar, aku hampir selesai-Ah, itu bagian yang paling seru"rengekku menarik bajunya.

"Cari pacar, atau panggil Dan untuk menyentuhmu" ucapnya menyeringai dan tertawa melihat ekspresi jijik dariku mendengar nama Dan.

"Ih, untuk kau saja. Siapa yang mau dengan fuckboy?" Elsa hanya cemberut dan menariku pergi dari lorong kampus.

---

"Aku tidak mau, kau saja pergi. Aku hanya mau memberikan kesucianku untuk Mark" rengekku melihat Elsa sibuk memakai lipgloss membuat aku ngeri melihatnya.

"Dengar Hannah, berhentilah mengaharapkan sesuatu yang tidak mungkin, Mark Tuan apalah itu bahkan tidak mengenalmu. Jadi sekarang, jadilah teman yang baik dan temani aku ke pesta malam ini" jelasnya sambil memberikan dress hitam.

Elsa kemudian duduk disebelahku, sambil mengusap punggungku. Dia pasti sadar bahwa aku merasa tidak nyaman dengan ucapannya.
"Hannah, aku minta maaf. Ugh, tapi aku hanya tidak ingin kau kesepian. Hell, kau cantik dan badanmu bagus dan kau masih muda. Bukan berarti aku tidak menyukaimu menjadi penggemar, tapi setidaknya nikmatilah masa mudamu. Lagipula kau bisa berlatih disana" Elsa kemudian menarikku ke depan cermin "Kau tidak ingin Mark kecewa saat kau berada dikasur 'kan?" Tawa nakalnya membuat aku tersipu.

"Hentikan, iya aku ikut" dan itu membuatnya berhenti tertawa. Kemudian dia dengan sigap menarik dan membuatku memakai dress hitam tadi.

---

Sudah aku duga. Aku tidak suka di sini, terutama di rumah Daniel, fuckboy paling terkenal di kampus. Iya dia tampan dan menawan, hanya saja dia menjijikan.

Panggil aku aneh atau gadis ketinggalan zaman, tapi aku masih mengharapkan suatu saat nanti pangeran datang bersama kuda putih, dan dengan senang hati aku akan-

"Willows, benarkan?" Seseorang memanggilku. Oh, Daniel

"Yeah, kau mengenalku?" Tanyaku malas dan menyesapi minumanku

"Tentu, kau gadis incara-maksudku, kita ada satu kelas bersama" jawabnya cepat. Terlihat mencurigakan

"Dengar, aku datang untuk menemani temanku jadi apapun yang kau inginkan dariku, mundur saja aku tak tertarik" jawabku ketus

Tawa kecil terdengar dari sudut bar, kulihat ada kumpulan fuckboy temannya melihat Dan dan menggeleng. Oh, aku jadi bahan taruhan rupanya, tapi maaf aku sudah ada seseorang. Yaitu Mark. Idolaku

"Ah-aku tidak sedang berguau, setidaknya aku kenalkan kau pada temanku disana"

Aku sudah muak. Kuambil tas kecilku dan pergi keluar dari pestanya. Kudengar dia memanggil namaku dan berusah agar aku kembali. Lagipula, aku hanya ingin menemani Elsa, walau dia hilang entah kemana di dekat kolam renang tadi.

Aku ingin pulang.

Sial, bajuku tipis dan terlalu pendek. Bukannya aku tidak suka, tapi aku memang lebih ke tipe sweater dan hoodie daripada mini dress. Dinginnya malam membuat aku sadar, bahwa aku berjalan ketempat yang sepi dan gelap. Seakan tak ada cahaya aku mulai bingung harus melangkah kemana. Sampi akhirnya, aku melihat sebuah toko ramal yang terang di ujung jalan sana.

Entah apa yang membuatku tersenyum tapi kini aku memasuki toko unik itu. Bau manis tapi menyengat menyeruak saat aku melangkah kedalam. Mataku melihat barang barang unik dan aneh itu. Mungkin karena alkohol tadi, tapi entah kenapa aku tertawa geli melihatnya.

"Selamat datang, saya Madame Delianne" hal itu membuatku terkejut  menatap wanita cantik dan berisi itu sedang berdiri di hadapanku.

"Malam ini, spesial untuk seorang gadis, saya akan memberikan sihir untukmu"

Pikiranku kacau dan badanku linglung, tapi aku dengan senang hati mengikutinya duduk di depan meja dengan kertas dan pena di atasnya

"Sayangku, tulislah keinginanmu. Maka sihirku akan mengabulkannya" tatapan sendu tapi tajam itu membuatku lemas. Tanganku meraih pena dan menulis hal yang ingin aku lakukan

Aku bangun sebagai istri Mark Tuan
Dia sangat tergila-gila padaku
Aku--

Dengan cepat dia meraih kertas itu, meremas dan meniupnya kearahku. Entah apa yang terjadi, tapi pening dikepalaku rasanya sudah sampai pada puncaknya. Kulihat wajah cantik peramal itu melambai dengan mesra sebelum mataku tertutup.


Pusing dikepalaku masih terasa. Perlahan aku membuka mata mencoba mengenali keadaan sekitar. Jantungku mulai berdetak tak karuan saat kurasakan sesuatu bergerak di sampingku. Tidak mungkin Elsa yang tidur disampinku. Dia tipe gadis yang akan tidur dengan posisi teraneh di kasur. Tapi, ini berbeda rasanya. Aku sedang tidak tidur dengan Elsa, aku merasa panas entah mengapa.

Bajuku berbeda dari mini dress yang kupakai sekarang. Sial, sial, sial. Siapa yang menyentuhku?

Kemudian, aku menoleh memberanikan diri melihat siapa yang bertanggung jawab dengan semua ini. Tapi, apa aku yang lihat bukan sesuatu yang bisa aku jelaskan

"Pagi sayangku, kau tidur nyenyak?"

"M-mark..Mark?"

---

Lanjut?

Sweet Attraction // m.tTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang