Oke, tuh judul nya biar beda, kan biasanya "prolog" gue ganti jadi "bla bla bla"
#*#*#
Malam yang indah.
Tapi tidak bagi gadis ini.
Dia mengayun-ayunkan kakinya yang tidak tersentuh tanah, duduk di ayunan tua yang berada di bukit belakang rumahnya.
Bukit yang dari kejauhan seperti hutan, tetapi memiliki kenangan indah sekaligus buruk yang terpendam di dalamnya. Serta menyimpan danau yang indah di ouncak bukit. Memantulkan cahaya bintang dan bulan yang serasi di malam yang indah.
Malam yang hangat. Malam yang cerah. Malam yang sempurna untuk dinikmati.
Hati gadis ini yang dingin. Hati yang mendung. Hati yang sempurna tetapi menyimpan luka.
Dia turun dari ayunan dan pergi ke tepi danau. Dia memasukan kakinya dan menimbulkan riak air yang menyebar.
Matanya terpejam, menikmati dinginnya air danau dan hembudan angin yang bisa dibilang hangat untuk gadih berhati mendung.
Wajah lelah terpampang, wajah yang menunjukan segala kesakitan. Wajah yang merindukan kasih sayang.
"Tuhan, terserah Kau saja lah."
####
Helo epribadeh...
Aiem kombek, in e nyu stori
QueAmor💜, Nisha
YOU ARE READING
Seven Second
Teen FictionSatu pertanyaan yang dipendam oleh Betha. "Kapan gue dianggap ada, selain sama Altan?" -Anbretha Craveenial- Satu pertanyaan juga yang ingin diungkapkan oleh Alfa. "Boleh kan kalau gue yang nganggap lo ada?" -Alfadinta Megraha- Selama tujuh detik se...
