Oneshort

351 17 0
                                        

Oke happy reading......


Perkenalkan, nama aku jessica mila. Aku merasakan bahwa aku adalah wanita yang paling beruntung, seorang wanita yang mempunyai kekasih yang sangat baik, perhatian, dan mempunyai toleransi, ia tidak pernah mengekang dan menuntutku, dan ia selalu menghargaiku. Bagiku ia adalah lelaki sempurna yang telah di ciptakan, ia memperlakukan aku dengan baik, bahkan sangat baik. Betapa bahagianya diriku.

Pada suatu malam ia mengajakku date, suatu hal yang di tunggu wanita ketika bersama kekasihnya. Kevin adalah nama kekasihku, ia lelak yang sederhana tapi ia begitu romantis, ia pandai memperlakukan wanita dengan baik, dan ketika bersamannya aku selalu merasakan kenyamanan dan tak ingin segera pergi darinya atau meninggalkannya.

Selama perjalanan aku hanya bisa menatapnnya, bahagia sekali mempunyai kekasih seperti dia. Ia tersenyum malu, dengan tetap konsentrasi menyetir ia genggam tanganku dengan hangat. Aku tersenyum. Kami seolah olah pasangan yang tak dapat terpisahkan.

Ketika di restaurant, kevin memilih tempat duduk dekat jendela karena badi sana kami dapat melihat pemandangan di luar bagus, ia pun memesan makanan dan minuman dan mempersilahkan aku memilih menu. Kevin menatapku dengan lembut, aku hanya bisa tersenyum.

"Ada apa sih? Jangan ngeliatin gitu dong aku kan bisa malu," kataku, kevin hanya tersenyum.
"Milaa...." ia menarik tanganku secara tiba tiba membuat aku jadi berdebar saja.
"Iya?"
"Janji, apa pun yang terjadi kamu akan tetap di sampingku?"
"Kamu ngomong apa sih? tentu saja"
"Bagaimana pun diriku, kamu akan tetap mencintaiku?"
Tidak biasanya ia menanyakan hal seperti ini? Seolah akan kehilangan aku saja. Aku menatapnya dan tersenyum, ku ucapkan kata "iya"
"I love you. Mila" ia mencium jariku, aku pun tersenyum malu. Kevin kekasihku yang romantis.

Akhir akhir ini aku jarang bertemu dengan kevin. Katanya ia sedang sibuk dengan kuliahnya. Aku mempercayainnya.
Tapi yang membuat aku heran kevin juga jarang sms aku padahal dulu ia begitu rajin. Apa mungkin karena ia sibuk? Atau...... ahh tidak! Aku tidak boleh mencurigainnya.
Sudah dua minggu aku tidak bertemu kevin, aku merindukannya, ia dimana? Ahh apa salahnya jika aku mendatangi kontrakannya.
Berkali kali aku berteriak tapi tak ada jawaban, akhirnya aku memasuki ruangan. Semoga saja kevin tidak marah. Namun pemandangan yang nampak di hadapanku bukan lah hal yang aku harapkan. Kevin bersama wanita lain.
Ku tatap ia dengan penuh amarah, ia mengejarku dan berusaha menjelaskanya padaku. Namun aku terlanjur kecewa, aku pun pergi tanpa mendengarkan penjelasannya.
Banyak hal yang inginku tanyakan. Andai dulu aku mendengarkan penjelasan kevin sebelumnya.
Aku mengambil hp didalam tasku dan mencoba mengirim sms kepadanya.
Vin, kita sudah lama tidak bertemu, bisakah kamu menemuiku?
Aku berharap segera mendapat balasan, aku tunggu beberapa detik tapi tak ada balasan. Aku mulai menulis sms lagi dan berharap kevin membalasnya.
Vin walau pun kamu sibuk tapi bisakah kamu menyempatkan waktu untuk bertemu?
Masih tak ada balasan, aku mencoba untuk misscall tetapi tetap tak ada balasan, bahkan telfon pun tidak di angkat.
Tit...tit...tiba tiba hp aku berbunyi.
JANGAN SMS LAGI DAN JANGAN GANGGU KEVIN LAGI!!!
Apaan ini? Siapa yang sms seperti ini? Tentu bukan kevin yang menulis ini.
Ini siapa ya?? Kok sms seperti ini ?? Pasti ini bukan kevin kan?
Beberapa detik kemudian ada balasan yang lebih mengejutkan.
Udah di bilangin jangan gangguin kevin lagi. Gue ceweknya!! Nerti?!
Aku langsung membalasnya karena penasaran.
Maksudnya apa ini??
Tak ada balasan, sebenarnya siapa sih yang iseng? Aku sms sekali lagi.
Maksudnya cewek kevin apa? Ini siapa sih?
Tetap tak ada balasan, hingga aku menunggu sampai tertidur tetap tak ada balasan. Tidurku tak tenang aku gelisah, tidur dengan banyak kecurigaan tapi akhirnya aku tertidur.
Aku duduk di kursi taman. Melamun, banyak pemikiran negatif dan semakin ku fikirkan membuat aku semakin sedih.
"Milaa...." tiba tiba kevin ada di hadapanku.
Hening. Suasana menjadi hening. Dalam waktu yang agak lama kami sama sama saling terdiam.
"Mila, maafkan aku." Akhirnya kevin mengawali pembicaraan.
"Untuk apa?"
"Untuk semua hal."
"Karena ada wanita lain ?"
Aku berharap kevin menjawab "tidak". Ia terdiam.
"Maaf." Kevin menundukan pandangannya.
"Kamu jahat!" Ku pukul dia, kevin menatapku.
"Maaf, mila."
" kau kira dengan maaf sudah cukup? Padahal aku berusaha percaya sama kamu vin!" Rasannya aku ingin menangis, tega sekali kevin.
Inikah lelaki yang ku percaya, ini kah lelaki yang menyatakan padaku bahwa aku adalah wanita yang di cintainnya, lelaki yang berharap aku adalah cinta terakhirnya. Inikah ? Haruskah aku percaya.
Air mataku menetes. Ingin aku tahan tapi aku tak mampu.
Kevin terus menatapku, ia merasa bersalah padaku, aku membuang muka dan menangis. Kenapa lelaki yang ku cintai begitu tega?
Kevin mencoba menggenggam tanganku dan berusaha untuk menenangku. Semua percuma takkan menghilangkan rasa sakit dan luka yang kevin berikan.
"Jahat vin.... jahat.... aku benci kamu" kupukul dia berkali kali.
"Kamu boleh benci aku tapi sebelumnya biarkan aku menjelaskan semuanya?" Kevin memegang tanganku dengan sangat kuat.
"Tidak ada yang perlu di jelaskan, aku sudah tahu." Aku melepaskan genggaman kevin tapi tak bisa, genggamanya terlalu kuat.
"Kamu belum sepenuhnya tahu mil, dengarkan aku biarkan aku jelaskan dulu..."
"Lepaskan vin."
"Maafkan aku, tapi janji jika aku melepaskanya. Kamu harus mendengarkan penjelaskanku."
"Udah aku udah cape, dan semoga kamu bahagia dengannya. Aku udah cukup sakit" Setelah itu mila pergi. Tanpa menghiraukan kevin yang terus memanggil namanya. Karna mila sudah bertekat akan pergi jauh dari kehidupan kevin.

Meski aku yang harus berkorban... Tapi aku tetap mencintaimu kevin. Semoga kau bahagia meski aku yang terluka.

~~~The end~~~
Maaf segitu ajah yahh.
Sad ending karna happy ending terus mahh udah biasa
Salam cinta dari akuu😙😘😚

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 14, 2017 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

PengorbananTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang