BAGIAN SATU

1.8K 49 3
                                        

Salma Salsabilah anak kelas XI-IPS3 yang suka makan cokelat dan nyemil pas malam.

"Sal" panggil Tiana.
Tidak ada jawaban, Salma masih asik dengan novelnya.

"Salmaaaaaaaa" Tiana teriak dikuping Salma.

"Apansih, bacot. Gue denger kali, ada apa?"

"Ke kantin, Aqila sama Nadya udah nunggu".

"Halah, modus bilang aja mau godain dekel cogan kan? kebaca muka muka kayak lo." Salma berjalan mendahului Tiana yang terkekeh geli.

***

"Sal, tadi gue liat adek kelas anak IPS ganteng banget yaampunn" oceh Nadya dengan gaya alaynya.

"Kelamaan disini gue duluan" kata Salma

"Idih galak bukkkkkk" goda Aqila.

Kantin di SMA PELITA memang selalu ramai, inilah yang membuat Salma selalu malas ke kantin, harus desak-desakan dulu kalau mau dapat makanan disini. Salma mengambil bangku dekan kantin agar saat Nadya dan Tiana membawa makanan yang dipesannya tidak terlalu repot.

"Sal, liat deh si Sam dari tadi liatin lo terus" kata Aqila sambil menunjuk cowok yang dimaksudnya.

"Dia punya mata, makanya dia liat gue bego" ucap Salma dingin.

Tak lama kemudian Nadya dan Tiana datang membawa makanan.

"Salma dapat salam dari Samuel anak XI-IPS4" kata Nadya sambil menaruh mangkuk dan gelas pesanan Salma.

"Cieeeee salmaaaaa, jadi udah move on dari Raden?" goda Tiana.

"Apaansih, orang dia cuma salam doang"

"Tapi dia manis,baik lumayan Sal" lanjut Aqila.

Salma mengabaikan ocehan teman-temannya yang kurang waras itu. Salma hanya fokus ke bakso yang pelan-pelan ia masukan ke dalam mulutnya.

"Sudah selesai deh" kata Tiana sambil berdiri menggebrak meja kantin.

"Plis gak usah gila disini Tiana Kamalia" ucap Salma berjalan meninggalkan mereka ber3.

Tiana,Aqila dan Nadya menyusul Salma. Tapi Salma memilih jalan lebih dulu daripada ketiga temannya, karena Salma tau mereka bertiga akan menggoda adik-adik kelas.

"Hai,gue Nadya, kelas gue di lantai 2. Lo boleh mampir kok." goda Nadya kepada adik kelas yang lewat.

Salma hanya menggeleng. Nadya udah gak waras.batin Salma.

"Aduhh, kalo jalan pake mata dong orang lewat kok di senggol" kata salma sambil merapihkan bajunya.

"Maaf, tapi setau gue jalan itu pake kaki, kalo ngeliat pake mata"

"Seharusnya lo bilang, kalo jalan lihat dong pake mata itu baru benar" lanjut cowok yang menubruk Salma.

"Gue Samuel Aldebaran, kelas gue sebelah kelas lo" kata cowok itu sambil mengulurkan tangan membantu Salma berdiri.

"Gak perlu, gue bisa sendiri." Salma meninggalkan cowok itu.

***

"Gue masih bingung gimana ceritanya lo bisa putus sama Raden?" ucap Aqila.

"Kata sodaranya dia gak sayang gue, dia sayang mantannya. Yaudah, buat apa gue pertahanin, gak guna juga kan" kata Salma sambil membuka handphone nya.

Salma mendongak, karena dia melihat ada seseorang yang berdiri di depan nya. Saat itu Salma memang lagi duduk di pinggir koridor menunggu anggota paskibra lain ngumpul.

DEAR YOUStories to obsess over. Discover now