"Kamu pikir cuma kamu yang terluka? Aku juga." Kataku dingin,
Revan semakin erat memegang tanganku tanpa mencoba melepasnya.
"Setelah kamu pergi lalu datang lagi, bagian mana dari aku yang mau kamu cari lagi?" Ucapku sambil mencoba menahan mataku yang mulai perih.
Aku bisa melihat mulut Revan sedikit terbuka ingin menyela, tapi kupotong lagi dengan perkataanku.
"Di sebuah perpustakaan kamu sendiri, lalu kamu memilih sebuah buku hingga kamu membacanya sampai habis. Setelah habis buku itu kamu kembalikan ke raknya, lalu ditinggalin gitu aja tanpa peduli gimana perasaannya. Kamu sadar nggak sih? Buku itu aku, Re."
"Drea, please dengar gue." Katanya dengan wajah memohon. "Nggak semua orang bosan baca buku yang sama. Terlebih lagi jika orang itu udah menjadikan buku itu sebagai buku favorite mereka."
"Buat apa? Karena kamu mau bertahan dari sebuah sia-sia?" Aku menyeka setitik air mataku yang mendesak keluar di mata kiri.
"Buku itu nggak akan punya akhir yang membuat kamu terkejut. Buku itu nggak akan membuat kamu penasaran dan mengira-ira bagaimana alurnya. Kenapa dulu waktu aku masih ada, kamu justru paksa kita menjadi dua orang asing?"
Revan terdiam di depanku. Dia menunduk dalam seakan-akan dia sangat menyesali perbuatannya. Memang harusnya begitu, Re. Batinku.
Aku terkejut ketika Revan menekuk lututnya dan memohon di hadapanku dengan wajah penuh penyesalan.
"Vulnerable," ucapnya,
"Kamu vulnerable. Dan aku invisible. Kebenaran kita pernah ada. I love you, and i know... you too."
Kali ini air mataku benar-benar menetes. Aku tidak pernah melihat seseorang yang dengan tulus bersimpuh dan memohon di hadapanku. Meski nyatanya dia telah menyakitiku berkali-kali, tapi aku selalu bisa bangkit. Perasaan itu... begitu nyata bagiku.
'Jadilah orang yang mencintai sewajarnya. Jika sakit itu ada, pastikan itu bukan dari dirinya. Berhentilah mencintai ketika kamu sudah merasa tidak ada apa-apanya. Cinta itu membentuk, bukan menghancurkan satu sama lain.'
Itu suara Elang...
--------------
Halo, terima kasih untuk semuanya yang udah mau baca, vote, comment cerita ini ya😊
Jangan lupa follow saya juga di instagram @nonamida18
isinya? Fresh feeds dan pastinya quotes 140 karakter. Hehehe ありがとう ございまつ みな-さん!💕
YOU ARE READING
VULNERABLE
Teen Fiction'Gue sekolah disini untuk balas dendam. Mau gue belajar baik atau nggak, bukan urusan lo.' -Andrea Salahkan dia yang membuat gue jatuh sampai ke dasar. Membuat gue merasa sepi dan rentan. I ' M T H E V U L N E R A B L E O N E Inilah kisahku As v...
