1. Ingin Mati Muda

46 3 11
                                        

     Hari ini adalah hari pertama ku bersekolah di sekolah baru ku. Seperti biasa, saat hari pertama sekolah dilakukan perkenalan. Semua murid di kelas ku maju satu per satu untuk memperkenalkan diri mereka. Kemudian ditanya beberapa hal, ini dan itu. Setelah beberapa orang, giliran ku untuk memperkenalkan diri.

     "Namaku Sari. Sebelumnya aku bersekolah di SMP Jaya. Aku tinggal di jalan Kamboja." Setelah mengatakan beberapa kalimat itu, guru ku bertanya, "Apa cita-citamu, Sari?" Aku berpikir sejenak, lalu aku jawab, "Aku ingin mati muda." Ku lihat sekeliling ku menganga dan terheran-heran mendengar jawabanku. Tapi kemudian, guru ku dengan bijak dan tenang nya bertanya lagi, "kenapa begitu? Bukankah semua orang ingin memiliki umur yang panjang?" Aku menghela napas sebentar, "Ya. Aku juga ingin berumur panjang. Tapi bukan dalam artian umum. Yang aku inginkan dalam berumur panjang adalah kebaikan ku tetap di kenang saat aku sudah menyatu dengan tanah. Mengenai alasan tentang mati muda,  ada banyak alasan yang menjadi pertimbanganku. Yang pertama, karena aku lelah hidup di dunia ini. Aku seperti tak pernah merasakan bahagia yang sebenarnya.

     "Yang kedua, bukan kah hidup semakin lama akan memungkinkan kita untuk berbuat dosa semakin banyak juga? Dan yang ketiga, karena aku sangat menyayangi orang-orang di sekeliling ku. Jadi aku harus mati terlebih dahulu daripada mereka, karena jika aku yang melihat mereka di masukkan ke dalam tanah, aku tidak tau akan seperti apa aku nanti. Alasan-alasan itu terdengar dramatis, memang. Tapi itulah alasan sebenarnya."

     Ku lihat sekeliling ku, lagi. Dan mereka sama menganganya. Aku tersenyum miring melihatnya. "Ada yang ingin ditanyakan lagi, BU GURU?" Aku bertanya dengan sedikit penekanan pada kata terakhir. Guru ku itu menggeleng. Mempersilahkan ku duduk kembali. Semua mata mengikuti ku sampai aku duduk di singgasana baruku. Tepat saat aku melesakkan bokongku di singgasana baruku, bel istirahat berbunyi. Berakhirlah sesi perkenalan saat itu. Dan semua murid berhamburan keluar kelas.

De MijneWhere stories live. Discover now