Judul : I Need You
Genre : Romance, Drama, Angst
Pair : SasuFemNaru
Rating : T
Disclaimer : saya cuma pnjem karakter punya orang....=w= tapi, cerita ini punya saya..
Note : EYD gak rapih. Diksi amburadul. Typo everywhere. Terlalu banyak hal lebay disini, maaf kalo pada muntah-muntah.
Curcol : cerita ini sudah pernah saya publish di line. Mungkin kalo ada yang kerasa udah pernah baca. Ini cuma saya ganti nama sama penambahan dialog aja. Karena sebenernya saya buat ini untuk SasuNaru, tapi karena buat lomba cerpen, gak mungkin saya masukin karakternya MasKis disana. XD
Cerita pendek yang sangat pendek, cuma buat penyegaran mata kalian para pembaca yang masih berkeliaran.
^Happy Reading^
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Saat itu, Sasuke terbangun oleh bau sedap telur yang digoreng oleh Naruto, istrinya. Pemuda raven itu kemudian turun ke dapur, dilihatnya Naruto sedang mengiris tomat yang biasa digunakan sebagai toping sarapan mereka.
"Ohayo..." Naruto menyapa lembut sambil mengorak-arik telur dipenggorengan saat Sasuke memeluk pinggangnya dari belakang.
Sasuke mengangguk dengan wajah malas sambil menyandarkan dagunya ke bahu Naruto. Tapi Naruto tidak merasa risih sedikit pun. Tangan coklatnya meraih mangkuk besar berisi nasi putih, lalu menumpahkan nasi itu ke dalam penggorengan.
"Bisa ambilkan aku kecap?"
Sasuke kemudian mengambil kecap di rak bumbu setelah menghirup aroma nasi yang tercampur dengan telur dan bumbu halus yang terdiri dari cabai, bawang merah, bawang putih dan sedikit garam. Naruto selalu berhasil membuat nasi goreng yang bisa membuat nafsu makanmu bertambah.
"Ini," Sasuke menyodorkan kecap botol ditangannya.
"Arigatou," Naruto tersenyum. Senyuman itu selalu meluluhkan hati Sasuke.
"Ada hal lainnya yang perlu kubantu?" tanya Sasuke kemudian.
"Hn?....Kau bisa menyiapkan piring dan minum, kalau kau mau,"
"Baiklah..."
Selama Sasuke menyiapkan piring dan minum, Naruto kembali melanjutkan masaknya. Setelah memasukkan kecap sebagai sentuhan terakhir, Naruto mencicipi nasi yang digorengnya. Tidak terlalu asin dan tidak terlalu pedas. Semuanya sempurna.
Setelah Naruto mematikan kompornya, wanita itu lalu memindahkan nasi goreng buatannya ke piring yang disiapkan Sasuke. Sementara Sasuke menunggu dengan tidak sabar di meja makan, Naruto sibuk menyusun tomat sebagai toping nasi goreng buatannya.
"Bagaimana pekerjaanmu?" Naruto membuka obrolan setelah mereka mulai sarapan. "Semalam kau terlihat lebih lelah dari biasanya. Apa semua baik-baik saja?"
Sasuke mengedikkan bahunya, "Aku mendapat teguran karena beberapa laporan yang salah, tapi hanya teguran lisan, bukan tulisan...jadi tidak masalah, kurasa..." Jawabnya lalu melahap nasi goreng dipiringnya dengan gemas.
YOU ARE READING
I Need You
FanfictionTakdir manusia, hanya Dewa yang tahu. Sebulan yang lalu aku masih menggenggam tangan lembutmu, dan hari ini, aku hanya bisa meremat udara kosong. Ini menyakitkan. Aku rindu padamu. Akan sulit menjalani hidup tanpamu. Aku membutuhkanmu, Naruto.
