Parameter

31.8K 788 6
                                        

Sinopsis

Suara kicau burung-burung lenyap ditelan angin. Digantikan oleh suara deru mesin-mesin penyebar udara kotor.

Sebuah mobil sedan terparkir sembarangan di depan sebuah gedung. Didalamnya terdapat beberapa orang Pria dengan baju bebas yang sangat nyaman dikenakan di siang terik seperti sekarang.

Brian duduk di balik kemudi mobilnya, menunggu seorang gadis yang disebutkan oleh sahabat-sahabatnya.

"Lo bakal suka sama cewe itu. Percaya deh" ujar Aldo yang duduk di belakang Brian.

"Sebahagianya elo deh" timpal Brian yang masih fokus pada ponsel di tangannya.

Sedangkan Erik yang duduk di samping Brian, sedang fokus memperhatikan satu persatu mahasiswi yang keluar dari gedung fakultas psikologi itu.

"Aha. Keluar juga tuh cewe" ujar Erik semangat.

Aldo, dan Zaky yang duduk di kursi belakang sontak menyeruakkan kepalanya mencari-cari gadis yang dilihat Erik.

"Yang mana Rik?" Zaky mencari-cari.

"Itu yang pake kemeja krem jeans item"

"Bener 'kan kata gue" Aldo menepuk bahu Brian yang masih berfokus pada ponselnya.

Brian mengangkat wajahnya mencari objek yang mereka nanti sedari tadi. Dan matanya menemukan gadis itu.

Gadis yang berjalan dengan membaca buku, dengan teman yang terus berbicara di sampingnya.

"Cantik kan?" Aldo kembali duduk pada posisinya.

"Lumayan menurut gue" Erik memegang dagunya seperti menilai objek mereka.

"Gue mau kalo tuh cewe mah" ujar Zaky yang juga kembali pada duduknya.

Brian melepas self beltnya lalu membuka pintu mobil. "Lo mau kemana?" Tangan Erik mencegahnya.

"Nyamperin" ujar Brian lalu keluar dari mobilnya. Berjalan dengan santai menuju gadis yang dimaksud oleh sahabat-sahabatnya itu.

"Eh Kunyuk!" Aldo berteriak dari dalam mobil.

"Setan bener"

"Brian serius kayaknya" Zaky berkomentar.

"Biasa. Pertama kalinya dia kalah ini"

Dinda mengehentikan langkahnya ketika jalannya di hadang oleh seorang pria. "Gue perlu ngomong"

Ucapan Brian membuat Dinda menaruh perhatian padanya. Sementara Kinan yang berdiri di samping Dinda hanya melongo mengetahui siapa yang menghadang jalan Dinda.

Dinda menghiraukan Brian dan mencoba berjalan, namun dihentikan oleh Brian yang tetap berdiri menghalanginya.

"Din-da.. gu-gue duluan" ucap Kinan terbata-bata lalu bejalan cepat meninggalkan Dinda yang masih tertahan.

Dinda menatap lurus pada manik mata Brian. "Gue Brian, lo Dinda kan?"

Dinda masih diam menatap uluran tangan Brian yang mengajaknya salaman.

"Oh.. oke" Brian menarik tangannya yang diabaikan oleh Dinda cukup lama.

"Mulai sekarang, gue bakal gangguin hidup lo"

Dinda menaikkan sebelah alisnya.

"Salam kenal, Dinda" Brian berlalu meninggalkan Dinda yang tidak peduli dengan percakapan, bukan, tapi ucapan pria yang menghadangnya tadi.

===

Parameter.
05062017

Parameter | Earth Series #1Tahanan ng mga kuwento. Tumuklas ngayon