1. Meet

253 27 14
                                        

08.00 KST

Kendaraan mulai memadati jalanan kota Seoul sejak satu jam yang lalu. Aku masih setia ditempat dudukku saat ini. Menikmati awal musim favoritku ditaman kota. Hari ini sedang libur kuliah, aku lebih senang menghabiskan waktu liburan diluar rumah.

Aku merogoh beberapa biji-bijian di kantong kecil yang kubawa dari rumah. Senyumku terukir saat beberapa burung dara mendekatiku dan mulai memakan biji-bijian ditanganku.

Cukup banyak orang di sini. Candaan dan percakapan mereka bahkan memasuki indera pendengaranku. Tak sedikit juga dari mereka yang berkencan.

BRUUKK!!!.

"Aigoo...!!!"

Pandanganku teralihkan kesamping kanan saat suara gadis berteriak tiba-tiba. 5 meter dari posisi dudukku sekarang. Aku memandanginya sesaat sebelum beranjak untuk mendekatinya.

"Aish...kenapa aku tidak melihat batu sekecil itu, lihat semuanya jadi jatuh berantakan,,,,ck" aku mendengar decak kesal keluar dari mulutnya

"Neo gwaenchana?" tanyaku padanya. Aku mengulurkan tanganku membantunya berdiri.

"Oh.." dia tampak sedikit kaget saat aku datang tiba-tiba.

"Ne"

"Mari kubantu" Dia tampak ragu-ragu tapi sesaat dia meraih tanganku.

"Terima kasih, kau sudah membantuku berdiri"

"Sama-sama. Apa yang sedang kau lakukan disini?" tanyaku pada gadis yang saat ini berdiri di depanku.

"Tadinya aku ingin memberi makan burung-burung disini, tapi makanannya sudah berantakan, benar-benar menyebalkan" Dia tampak kesal dan mencebikkan bibirnya seakan ingin menangis.

"Eoh! jangan menangis, bukankah sekarang burungnya sudah memakan biji-bijian itu? Kau tidak perlu kesal bukan?"

"Aku tidak menangis. Aku lebih suka jika burung-burung itu makan ditanganku dan bisa memegangi mereka"

"Oh begitu"

"Kau sendiri?"

"Menikmati musim gugur bersama sekumpulan burung dara" Dia mengangguk paham.

"Boleh kita berkenalan?"

"...."

"Kim Taehyung imnida" aku memperkenalkan diriku terlebih dulu sebelum dia menjawab tawaranku

"Pa...."

"Chagi..!!!!"

"Yak oppa...!!!" dia menghentikan perkenalannya ketika seorang namja memanggilnya dari belakangku.

"Oh maaf, aku harus pulang dulu ne, terimakasih atas bantuannya"

"Eoh??" Bahkan dia belum memperkenalkan dirinya.

Skip*

16.00 KST

Aku menjatuhkan tubuhku di sofa ruang tamu dan membuang nafas lelah. Aku mencoba memejamkan mataku. Berharap lelah ditubuhku saat ini menyurut.

"Yak! ,dari mana saja kau hyung? Kenapa kau baru pulang sekarang? Kau ini selalu pergi seharian tanpa mengajakku saat libur sekolah seperti ini. Kau tau, aku juga ingin pergi jalan-jalan bersamamu hyung. Kau sangat menyebalkan"

Belum ada lima menit aku mendudukkan diri santai, suara berisik satu ini datang mengangguku. suara namja termuda yang ada di keluargaku, Jeon Jungkook. Marganya memang beda ,itu karena saat masih kecil ia tidak pernah menjawab jika dipanggil dengan sebutan 'Kim Jungkook' ,namun saat mengunjungi kediaman pamanku di Busan ,seseorang tanpa sengaja memanggilnya 'Jeon Jungkook' dan ia malah menjawab panggilan itu. Entah bagaimana dia bisa menentukan marganya sendiri. Dia adalah dongsaeng menyebalkan yang pernah kumiliki didunia ini. Sering kali dia membullyku maupun hyung. Ingin rasanya ku membungkam mulutnya setiap dia berceloteh tak karuan seperti sekarang, namun apadayaku yang terlalu menyayanginya. Meski dia selalu mengangguku, entah itu mengoceh atau menjahili diriku.

"Apa kau tidak bisa diam sebentar eoh? Aku ini lelah ,butuh istirahat"

"Itu karena kau tidak mengajakku pergi, bagaimana aku bisa diam? Apa kau tahu ,hari ini aku dirumah sendirian. Jin hyung ke kantor dan belum pulang. Kau pergi jalan-jalan seharian. Sedangkan aku, hanya sendiri dirumah meratapi nasib"

"Salahmu sendiri ,bukankah kau selalu telat bangun saat liburan eoh? Aku bisa berlumut jika menunggumu bangun. Lagipula ada bibi Lee kan?"

"Tak mungkin juga aku mengajak bi Lee bermain game kan?Tega sekali kau hyung"

"Ah sudahlah, kemana Jin hyung?" aku menghentikan rengekan dongsaengku satu ini. Menanyakan keberadaan Jin hyung mungkin bisa membuatnya diam. Meski hanya bertahan sebentar.

"Belum pulang, tapi tadi dia bilang akan pulang malam, katanya ada urusan kantor mendadak. Padahal hari libur, tapi Jin hyung masih tetap pergi ke kantor"

"Oh begitu"

"Hyung, nanti main game bareng ne?"

"Ne" jawabku singkat dan langsung pergi menuju kamar meninggalkan Jungkook yang masih duduk di sofa.
.
.
.
..
.
.
.
.
...
.
.
..
Tbc:
Annyeong yeoreobun:)
Selamat datang di ff pertamaku. (Udah pernah publish 3 tahun yang lalu sih sebenernya😅, hanya ingin merombak sedikit hehe) Chapter awal mungkin emang masih sedikit, maaf untuk typo yang ada. Jangan lupa tinggalkan komen dan like ya:'), sampai ketemu di chapter selanjutnya. Terimakasih💜

The Season - Kim TaehyungHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora