Chapter 1 ( Nomo, secarik pesan telegram)

52 1 0
                                        

Halo, kenalkan nama ku Tania, kulit ku sawo mateng, tinggi sekitar 156 cm dengan berat 48kg yang terkadang bisa naik sampai 50kg, pipi ku sedikit chubby, hidung yg alhamdulillah tidak mancung, alis ku tebal. keseharian ku memakai hijab, terkadang orang suka mengira aku suku aceh atau mirip org india, aku anak ke 2 dari 4 saudara perempuan ku, ya kami perempuan semua, hanya papa yang paling ganteng..

Aku sedikit bingung bagaimana cara mengawali kisah ini..mungkin nanti banyak dari kamu yang telah membaca nya akan merasa sedikit iba dengan lika liku perjalanan hidup yang belum menemui jalan lurus manis nya hidup...

Jam telah menunjukkan pukul 02.00 dini hari, mata ini pun masih tidak mau terpejam, aku mencoba untuk membolak balik kan badan ke kiri dan ke kanan, mencoba menutup setengah wajah ku dengan guling, lalu aku mencoba memadamkan lampu kamarku sehingga cahaya yang terlihat hanya pantulan dari lampu luar kamar melalui jendela, malam semakin larut, sunyi semakin terasa saat suara detik jam mulai terdengar jelas dan terus berdetak..

'Mengapa malam ini dada ku terasa sangat sesak', batinku. Teriris seolah-olah ada sesuatu yg ingin meluap keluar dari dalam, tak terasa air mata pun perlahan jatuh ke pipi ku hingga deras, tidak ada suara tangisan meraung seperti masa kecil dulu, aku menangis deras dalam diam, guling itu menutupi wajah ku agar adik ku yang sudah terlelap tidur di sebelah ku tidak mendengar suara isak tangis..

Lalu aku mencoba membuka mataku kembali, mengingat apa yg barusan terjadi, ya, jumat tepat nya tggl 21 juli adalah waktu yang aku tunggu2 untuk bertemu seseorang yang ku kenal melalui sosial media telegram namanya nomo..

Nama nya memang unik, sangat unik malah.. sama seperti orang nya..

Aku kenal pertama kali sekitar 6 bulan yg lalu dari sebuah grup job rekrutmen kebetulan nomo juga ada di grup wilayah yang sama dengan ku, dikarenakan beberapa kali pernah interaksi di grup wilayah tersebut dan kebetulan sedang membahas soal yang mau di pelajari, aku melihat nomo suka menjawab pertanyaan dari rekan2 yg ada di grup, lalu aku langsung japri dia, dan bertanya langsung tentang pembahasan itu, nomo menjawab dengan cepat satu persatu pertanyaan yang aku kirim ke telegram nya dia, singkat cerita aku dan nomo mulai saling bertanya kepada pertanyaan yang menjurus ke perkenalan..

Nomo : mbak dulu lulusan dari kampus mana ?" isi pesan telegram nya kepadaku.

Tania : "aku dari salah satu univ. negeri di tengah pulau sumatera" jawab ku, kalau kamu lulusan kampus mana ? tanya ku.

nomo pun membalas pesanku dengan cepat hanya beda 2 detik dari jawaban ku tadi,

Nomo : "dari univ.negeri di ujung bawah pulau sumatera, kamu angkatan berapa ?" Tanya nomo.

Tania : angkatan 2010, kamu ? tanya ku kepadanya

Nomo : satu angkatan ternyata haha, aku 2010 juga, semangat belajar ya, semoga lulus tes nya! "

isi pesan telegram nya yg membuat ku sedikit terenyuh, " iya, makasih yah, semoga kamu juga lulus interview nya" jawab ku.

Nomo : oke tan, jawab nya..

jawaban nomo itu sekaligus mengakhiri percakapan kami yang pertama kali..
karena aku juga harus fokus belajar untuk tes esok hari nya..
Tepat nya bulan desember 2016..

Nomo dari fak.teknik, sedangkan aku fak. Ekonomi.

Beberapa bulan kemudian, tepat nya bulan april yang lalu, nomo kembali kirim pesan dari telegram..

Nomo : "halo mba, gimana hasil tes yang kemarin, lulus gak ?" Tanya nya spontan.

Tania : "ehh haii, gak lulus nih, kamu gimana ?

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 31, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

The Invisible Woman (real story)Stories to obsess over. Discover now